Almarhum Donatus Kuliki Mirip adalah warga sipil, bukan TPN-PB

  • Bagikan

Intan Jaya, [WAGADEI] – Aksi penembakan terhadap warga sipil oleh TNI di Intan Jaya masih belum berhenti. Kali ini seorang tuli dan gila menjadi korban. Dia adalah Donatus Kuliki Mirip (36 tahun) pada Sabtu, [27/2/2021] lalu di kampung Ndugisiga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Setelah Donatus Kuliki Mirip ditembak mati, akhirnya pelaku menyerahkan jasadnya ke Pastor Paroki Titigi, Pastor Yance Wadogoubii Yogi, Pr.

Pastor Yance Yogi, Pr menyatakan, Donatus Mirip merupakan umatnya di Paroki yang dipimpinnya, bukan anggota TPN-PB/OPM.

“Saya diserahkan mayat atas nama Donatus Mirip atau bahasa Kuliki Mirip pada pukul 00.00 WP oleh TNI. Setelah saya lihat wajah korban itu saya kaget karena mayat itu umat saya di Paroki Titigi,” kata Pastor Yance Yogi, Jumat, [5/3/2021].

Keesokan harinya, Minggu, [28/2/2021] pihaknya makamkan si tuli itu di kampung Titigi. Menurut dia, jarak antar pusat Paroki Titigi dan lokasi penembakan atau kampung Ndugisiga sepanjang 300 meter.

Ia menjelaskan, almarhum Donatus Mirip memiliki kelainan jiwa. Telinga tuli atau mono dan gangguan jiwa atau gila.

“Dia itu mono, telinga tuli. Tidak bisa dengar, entah suara besar atau kecil dia tidak bisa dengar. Dia juga orang gila,” ungkapnya.

Keluarga korban, Mepa mengatakan, almarhum Donatus Mirip menetap di kampung Ndugisiga walaupun seluruh warga dari kampung itu telah mengungsi sejak lama. Kesehariannya, kata dia, mondar-mandir dari kampung satu ke kampung lainnya.

“Dia sendiri di kampung itu. Hampir tiap hari dia ke sana kemari di beberapa kampung. Ya karena dia orang bisu tuli dan gila,” ujarnya.

Ia bahkan membatah jika ada pihak tertentu yang mengaku korban adalah bagian dari organisasi Papua merdeka.

“Saya ikuti beberapa media online sebut korban adalah anggota OPM, itu tidak benar. Saya bantah, dia itu orang gila. Mono lagi,” ucapnya.

“Jadi yang tembak dia itu lebih gila lagi. Mereka tidak bisa membedakan mana yang orang normal dan tidak. Itu yang kami bilang jika orang baru yang datang ke Intan Jaya harus kenali dulu entah warga maupun geografis,” katanya. [*]

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *