Lautan manusia tolak DOB, Otsus dan Mapolres di Dogiyai

Nabire, [WAGADEI] – Tiba-tiba Dogiyai menjadi lautan manusia menolak Daerah Otonom Baru [DOB] Provinsi Papua Tengah, Otonomi Khusus [Otsus] serta kehadiran Mapolres di Dogiyai pada Senin, [22/2/2021] lalu dan lanjut lagi Senin, [1/3/2021].

Ribuan massa aksi penolakan DOB, Otsus, dan Mapolres sambil teriakkan yel-yel “Papua Merdeka”. Ribuan rakyat di Dogiyai telah menyatakan sikap tegas dan terbuka.

“Kabupaten kami tegas tolak perpanjang Otsus jilid II, Pemekaran provinsi Papua tengah serta kehadiran Mapolres di Dogiyai,” ujar salah satu orator Albertus Dumupa, kepada Wagadei.com, Rabu, [24/2/2021].

Menurut dia, aksi tersebut agar pemerintah pusat lihat dan memahami tentang aksi itu. “Aksi kami tidak meminta lain, tetapi kami minta kesempatan terhormat untuk menentukan nasib bangsa Papua Barat,” ucapnya.

“Kami harap penuh kepada lembaga eksekutif dan lembaga legislatif tolong berjuang aspirasi-aspirasi kami sekuat tenaga anda,” katanya.

Ia mengaku, sebagai penyambung lidah rakyat tak bersuara mau teruskan curhat dari rakyat Dogiyai untuk Papua ke publik bahwa rakyat Papua mau merdeka, karenanya jangan halangi.

“Kemerdekaan adalah hak segala bangsa maka penjajahan diatas tanah Papua harus dihapuskan karena tidak sesuai prikeadilan dan prikemanusiaan,” katanya

Selain itu, Dumupa juga meminta kepada Pemerintah Daerah [Pemda] se-Meepago yang dinamakan asosiasi bupati Meepago [ABM], jangan berjalan semaunya saja tetapi harus menghargai rakyat tertindas dan dihina-hina ini.

Menurut ia, Otsus, Dob, dan Mapolres adalah alat pemusnah orang asli Papua.

“Rakyat Dogiyai suda berkali-kali menyatakan sikap. DPRD Dogiyai yang luar biasa karena bisa hadir dan menerima keluh-kesah kami dan kami mohon teruskan ke Provinsi bahkan ke pusat sana,” pungkasnya. [*]

Reporter : Norbertus Douw
Editor: Uka Daida

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares