Pater Yusti Rahangiar: Saya cinta umatku di Intan Jaya

Sugapa, [WAGADEI] – Pastor Paroki St. Misael Bilogai, sekaligus sebagai Pastor Dekenat Moni – Puncak, Keuskupan Timika, Pater Yustinus Rahangiar, Pr mengungkapkan kepeduliannya kepada warga dari tiga kampung yang mengungsi ke gereja dan pastoran Paroki St. Misael Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua pada Rabu, [8/2/2021].

“Saya cinta umatku, saya sangat menyanyangi mereka. Mereka harus tinggal dengan saya walaupun tidak ada makanan, dan minuman sekalipun waktu yang cukup panjang,” ungkap Pater Yustinus Rahangiar, Pr dengan hati yang penuh sedih, Rabu, [10/2/2021] pada saat tatap muka dengan semua unsur di halaman gereja Katolik Bilogai.

Ia mengungkapkan bahwa mereka yang telah berada di rumahnya hampir empat hari merupakan titipan Tuhan padanya untuk melindungi dan menjaga agar tidak ada yang menjadi korban keganasan kedua pihak; TNI, Polri dan TPN-PN/OPM yang selama ini saling bertikai sejak pertengahan tahun 2019 silam.

Ratusan pengungsi di halaman gereja Katolik St. Misael Bilogai, Rabu, [10/2/2021] – Yosep Bunai for Wagadei
Menurut Aita [sapaan akrab Pater Yustinus] rasa amat berat jika mereka diminta kembali ke rumah masing-masing. Pasalnya, situasi kamtibmas di Intan Jaya -salah satu kabupaten di wilayah pegunungan tengah Papua- masih mencekam.

“Saya tidak mau mereka secepat ini kembali ke rumah atau kampung masing-masing. Saya takut mereka akan masuk dalam ancaman berbahaya, apalagi kami sama-sama ada dalam situasi yang mencekam,” katanya tegas.

“Biarlah mereka tinggal di sini dulu sambil kita ikuti perkembangan selanjutnya,” katanya.

Ia meminta kedua pihak; TNI, Polri dan TPN-PB/OPM harus berhenti dari serangan jual beli nyawa. Sebab pihak yang berhak cabut nyawa adalah Tuhan Allah, sesama manusia tak pantas melebihi kapasitas sang pencipta.

Sementara Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni mengatakan, Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, mengaku dirinya telah menemui para pengungsi di halaman gereja Katolik St. Misael Bilogai pada Rabu, [10/2/2021]. Menurut dia, pemilihan tempat untuk mengungsi sudah tepat.

Masyarakat pilih tempat pengungsian ini tepat, saya minta mereka ikuti petunjuk Bapa Pastor Paroki Bilogai,” katanya dilansir Jubi.co.id

Ia mengatakan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat, pemerintah kabupaten di wilayah pegunungan tengah Papua ini siap menyalurkan baham makanan [bama] berupa dua ton beras, mie instan, dan ikan olah dalam kemasan.

“Kemarin saya sudah kasih tahu kepada masyarakat dan Pastor bahwa bama [bahan makanan] akan kami drop dari Nabire menggunakan pesawat. Jadi nanti dua pesawat kami carter muat khusus bama. Hari ini sudah mulai drop,” kata Bupati Tabuni. [*]

Reporter: Abeth A. You
Editor: Admin 1

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares