KNPI Papua didesak segera terbitkan SK DPD KNPI Deiyai terpilih

  • Bagikan

 

Deiyai, [WAGADEI] – Caretaker Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Deiyai telah melakukan rapat pimpinan (rapim) dan musyawarah daerah (musda) pada bulan 11-12 November 2020 lalu di Waghete, ibukota kabupaten Deiyai.

Melalui rapim dan musda telah terpilih Yance Edowai sebagai ketua DPD KNPI Deiyai periode 2020 – 2023.

Tokoh pemuda Deiyai, Dominggus Badii mengatakan, hingga saat ini belum ada surat keputusan dari DPD KNPI Provinsi Papua untuk melakukan pelantikan.

 

“Kita sudah rapim dan musda sudah terlaksana dengan baik berdasarkan SK caretaker DPD KNPI Kabupaten Deiyai. Sekarang pertanyaannya adalah mengapa proses pengurusan SK susunan dan personalia kepengurusan ini lambat hingga pelantikan masih molor,” kata Dominggus Badii kepada wagadei.com dibalik selularnya, Rabu, (10/2/2021).

Ia mengatakan, guna menyukseskan kegiatan itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai telah cairkan anggaran Rp 500 juta. Ketika itu, Bupati Deiyai Ateng Edowai meminta agar dana tersebut digunakan dalam tiga rangkaian acara yakni rapim, musda dan pelantikan.

Saat tapim dan musda, kata dia, telah dihadiri perwakilan DPD KNPI Provinsi Papua, Longginus Magai sehingga dalam proses pemilihan langsung disaksikan oleh utusan Provinsi Papua.

“Karena itu caretaker KNPI Deiyai harus buka mulut dan sampaikan apa masalahnya? Inikan anggaran besar yang dikasih Pemda, kalau memang masalah dana tapi kalau ada kendala lain juga harus terbuka,” katanya.

Pelantikan harus dipercepat, lanjutnya supaya program kerja bisa berjalan dengan lancar.

“Untuk jalankan program dan merangkul semua pemuda Kabupaten Deiyai melalui program kerja harus dipercepat saja. Karena ini kepentingan umum kita bersama,” ujarnya.

 

Sekretaris Caretaker DPD KNPI Deiyai, Yulianus Atowa Mote yang dikonfirmasi Jubi menegaskan, pihaknya telah jalankan mandat dari atasan sehingga pengurusan SK secara otomatis diserahkan kepada perwakilan DPD KNPI Provinsi Papua yang datangi Deiyai.

 

Namun, kata Mote, dalam proses itu pihaknya dapati banyak persoalan seperti dualisme KNPI distrik dan sejumlah OKP.

“Ada dualisme SK KNPI distrik dan ada SK ganda OKP, itu masalah utama dalam proses penerbitan SK. Jadi kemungkinan akan molor waktunya,” kata Yulianus Mote.

“Ada banyak pelanggaran waktu musda, jadi lebih baik KNPI Provinsi Papua ambil alih saja,” ucapnya. [*]

Reporter: Abeth A. You

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *