Gubernur Papua diminta gantikan Sekda Pegunungan Bintang, ini alasannya

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Ratusan pegawai Aparatur Sipil Negara [ASN] Kabupaten Pegunungan Bintang [Pegubin] melakukan demonstrasi besar-besaran di halaman kantor Bupati Pegunungan Bintang, Rabu, [10/2/2021]. Aksi tersebut meminta Gubernur Papua segera menggantikan Sekretaris Daerah [Sekda] setempat, Iriando FX Dien lantaran belum ada di tempat selama dua tahun terakhir.

Alowesius Nawi, kordinator aksi mengatakan, aspirasi yang berlangsung di Kantor Bupati Pegunungan Bintang itu, Aparatur sipil negara (ASN ) Pegubin

“Kami meminta kepada Gubernur Papua dan Komisi ASN Republik Indonesia segera memberhentikan Sekda Kabupaten Pengunungan Bintang, sebab sejak ditujuk sebagai pelaksana tugas hingga menjadi Sekda devinitif dalam kurung waktu satu tahun sebelas bulan dan sepuluh hari Sekda tidak berada di tempat tugas,” ungkap kordinator aksi, Alowesius Bawi sebagaimana yang diperoleh redaksi wagadei.com melalui siaran pers.

Kata dia, raturan pendemo yang mewakili 3.745 lebih ASN di Kabupaten Pegubin merupakan bentuk pernyataan yang selama ini dipendam pihaknya.

 

“Apalagi saudara Iriando FX Dienando selaku Sekda merangkap kepala BPKAD (kepala keuangan) selama ini tidak berada di tempat tugas, dengan demikian kami meminta Pemerintah Pusat, terutama Mendagri dan Komisi ASN melalui Gubernur Papua untuk segera memberhentikan dia,” katanya.

 

Secara administratif, kata dia, pegawai ASN di daerah Ngalum telah melihat, membaca dan menimbang bahwa Sekda definitif tidak pernah melaksanakan implementasi UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, belum pernah melaksanakan implementasi UU Nomor 16 Tahun 2016 tentang tugas pokok dan fungsi sebagai Sekretaris Daerah Pegubin.

 

“Gubernur Provinsi Papua perlu mengetuhi bahwa saudara Iriando F.X. Dien belum pernah menduduki jabatan kepala dinas atau kepala OPD selama berada di wilayah Pegubin,” ungkapnya.

 

Menurut dia, selama menjabat sebagai Plt Sekda, Iriando Dien diduga menggunakan anggaran di sekretariat daerah dengan jumlah yang cukup signifikan. “Secara administrasi saudara Dien belum memenuhi syarat formal untuk menduduki jabatan Sekda,” katanya.

 

Anderas Tapyor, koordinator aksi menuturkan selama ini tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam menangani Covid-19 dan tidak pernah kawal pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Pegubin tahun 2020/2021. Selain itu Irirando juga tidak pernah melaksanakankan tertib administrasi dan tertib disiplin ASN selama menjabat sebagai Sekda Pegubin.

 

“Tidak bertanggungjawab juga dalam pengendalian anggaran daerah dan audit anggaran Kabupaten Pegunungan Bintang, serta belum pernah bertanggungjawab dalam melakukan sidang paripurna di kabupaten,” ujar Tapyor.

 

Ia juga menuturkan apabila tuntutan pihaknya tidak ditindaklanjuti maka ASN siap untuk kembali duduk di kota Oksibil hingga permintaan dikabulkan oleh Gubernur dan Mendagri serta Komisi ASN di Jakarta.

Sementara itu, Sekda Pegubin yang dihubungi redaksi lewat telepon selulernya dan SMS belum juga memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan. [*]

 

Reporter: Enaakidabi Carvalho

Editor: Glow

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *