Warga dari Belanda bantu dana untuk Mama penjual Pinang karena foto HI

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Victor Apasaray, salah satu angota Komunitas Fotografi Papuansphoto mengungkapkan, hasil karyanya berupa foto human interest [HI] yang diunggah di group Facebook Papuansphoto I Karya Anak Papua pada 17 November 2020 membuat warga Belanda tersentuh hati.

Akibatnya, atas foto itu warga Belanda mengirimkan dana kepada Victor Apaseray agar memberikan kepada mama-mama Papua, khususnya penjual pinang di pinggir jalan raya.

“Foto yang saya posting tanggal 17 November di group komunitas potografi Papuansphoto Karya anak Papua itu menghasilkan like 1495, comen 177 dan 110 kali di bagi, mengundang sejumlah perhatian dari semua pihak hingga luar negeri. Saya rasa bersyukur karena ada orang yang bisa berikan perhatian dari hasil foto saya dengan kategori Human Interest (HI) di mana ada yang datang langsung beli mama itu punya pinang dan ada juga yang mengirim uang dari Belanda,” ungkap Victor Apaseray, Selasa, [9/2/2021].

Ia mengatakan dengan memiliki kemampuan fotografi yang dipelajari dari group Papuansphoto, awalnya dengan melihat situasi dirinya tertarik melihat keadaan mama-mama menjual pinang.

“Yang buat saya tertarik situasi di tengah kota ada bangunan megah dan orang Papua dihimpit dengan tempat jual pinang dengan meja kecil bersama anaknya, untuk bertahan hidup, ” katanya.

‘Ia pun mengajak seluruh generasi Papua untuk melihat Papua dengan menggunakan mata lensa. Karena dengan demikian kita dapat mampu melihat masalah Papua sesungguhnya dan dapat dipublikasikan di media massa sehingga dapat menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat Papua lainnya yang mampu,” ucapnya.

Pemiliki pinang Merince Wakerkwa usai menerima dana mengatakan, pihaknya melakukan penjualan pinang untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membantu uang sekolah.

“Saya jualan ini untuk membantu uang sekolah buat anak-anak, dan hari ini orang bisa datang kasih saya bantuan dari Belanda. Itu terima kasih banyak karena bisa bantu usaha saya,” ucap Wakerkwa.

Ia mengaku tak berfikir jika fotonya sempat viral atas karya anggota komunitas Papuansphoto hingga hati orang Belanda tersentuh. “Saya tidak habis pikir kalau ada orang yang foto saya,” ucapnya.

“Dan foto saya ini bisa tersebar lalu orang bisa datang memberikan bantuan dan mulai datang beli pinang di tempat saya terima kasih untuk papuansphoto,’ katanya.

Ketua komunitas Papuansphoto, Whens Tebay mengatakan, Papuansphoto merupakan group yang merangkul seluruh anak-anak muda Papua untuk berkreativitas dari sisi fotografi dan videografi.

“Dan ini terbuka bagi seluruh anak Papua untuk membagi ilmu. Sehingga mereka belajar tentang berbagai macam jenis foto, salah satunya tentang kategori human interest dan hal itu yang dilakukan oleh Victor dalam memotret kehidupan orang Papua yang berhasil menarik perhatian orang lain,” kata Tebay.

 

Sehingga ia mengatakan, mereka yang menjual bidang ini dapat diberikan bantuan bahkan melalui foto tersebut tersampaikan pesan bahwa beginilah kehidupan orang asli Papua; hidup hanya karena jualan buah-buah pinang.

 

“Kami dari Papuansphoto terus berharap agar anak muda Papua dapat belajar tentang fotografi dan videografi untuk menceritakan tentang kondisi Papua hari ini. Baik alam maupun situasi ekonomi, sosial dan politik. Melalui gambar visual dan foto dan hari ini kami bersyukur ada orang dari Belanda yang bisa memberikan bantuan dengan sejumlah dana kepada Mama Papua yang berjualan pinang di pinggir jalan ini,” ujarnya.

 

Ini kata dia, merupakan satu kebanggaan pihaknya dan memberi semangat baru untuk tetap berkarya dalam dunia fotografi dan videografi.

 

“Kami terus berharap agar pemerintah Provinsi Papua dapat melihat generasi Papua dari sisi kreativitas tidak hanya dari kedekatan suku dan budaya, tapi lebih mengutamakan potensi dan kemampuan untuk membangun Papua lebih baik,” ujarnya.

 

Terpisah, warga Belanda yang memberikan bantuan mengaku bersyukur telah ada anak muda Papua yang bisa menceritakan kondisi Papua melalui foto dan video kepada masyarakat internasional.

 

“Mama bangga karena generasi Papua seperti anak dorang bisa membuka mata kami OAP sampai ke negeri yg jauh negeri Belanda lewat media seperti foto di Papuansphoto. Mama di negara yang jauh tapi hanya bisa memberi kasih walau tidak seberapa dan mengikuti aktivitas generasi baru OAP yang mungkin belum begitu populer di Papua tetapi mampu membuka mata dunia itu adalah hal yg luar biasa seperti yg anak Victor lalukan,” katanya. [*]

 

Reporter: Enaakidabi Bazil

Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *