Pendidikan hingga Infrastruktur jadi sorotan Fraksi Gabungan Dogiyai Bersatu

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Sejumlah bhal urgen jadi sorotan utama dari Fraksi gabungan Dogiyai Bersatu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai pada sidang Paripurna APBD tahun anggaran 2021, Sabtu, [6/2/2021].

“Kami sampaikan 73 nomor, dan itu program prioritas adalah pasar Mama-mama Dogiyai harus penanganan secara serius. Pasar Tokapo harus cari solusi untuk relokasi kembali” kata Agustinus Tebai, anggota fraksi Dogiyai Bersatu.

Tebai mengatakan, pihaknya meminta kepada eksekutif agar melakukan pembangunan asrama mahasiswa permanen tiga kota studi yaitu Nabire, Biak dan Jakarta.

“Juga selesaikan berapa persen yang belum selesaikan asrama kota studi Manokwari, Jayapura dan Manado,” ujar Tebai.

Pihaknya menyoroti pelayanan RSUD Dogiyai yang tidak memadai. Sebaiknya RSUD, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Moanemani harus kerjasama dalam peningkatan pelayanan masyarakat selama 24 jam.

“Infrastruktur yang dapat pembagian merata yaitu wilayah Mapia dan Lembah Kamuu. Sambungan pengaspalan jalan masuk kali Budaa hingga kampung Udekebo dan sambungan pengaspalan jalan masuk kampung Bukaapa ke Kamuu Selatan. Juga pengaspalan jalan dari Mapia menuju kampung Atou,” ungkapannya.

Anggota fraksi Dogiyai Bersatu lainnya, Yones Waine menyoalkan pemilihan kepala kampung. Dari 79 kampung yang hingga kini belum dilaksakan.

“Padahal, caretaker yang ada sampai saat ini sudah melewati batas waktu yang sebenarnya,” kata Waine.

Selain itu, ia menegaskan perlu memperjelas tapas batas antara Kabupaten Dogiyai dengan Paniai,Deiyai, Mimika, Kaimana dan Nabire.

“Kami juga minta agar segera normalisasi kali Degei, kali Tuka, kali Mauwa, kali Makamo, kali Iyowai kampung Tuwamani dan kali Wodawage di kampung Matadi, Kamuu Selatan,” katanya. [*]

Reporter: Abeth A. You

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *