Parade budaya, cara masyarakat adat Papua rayakan HUT PI ke 166

  • Bagikan

Manokwari, [WAGADEI] – Dalam rangka merayakan hari ulang tahun Pekabaran Injil [HUT PI] ke 166 di Manokwari, Papua Barat, orang asli Papua [OAP] dari tujuh wilayah adat menggelar parade adat di halaman kantor Dewan Adat Papua [DAP] wilayah III Domberay, Selasa, [2/2/2021].

Ketua panitia parade budaya, Yali Halitopo mengatakan, perwakilan dri suku-suku yang ada dalam tujuh wilayah adat mewarnai berbagai tari tarian adat. Pihaknya melakukan itu lantaran Covid-19, maka tak diizinkan merayakan HUT PI oleh Gereja dan pemerintah setempat.

“Baralasan Covid-19, pihak gereja dan pemerintah tak merayakan HUT Pekabaran Injil di tanah Papua yang ke 166. Maka Dewan Adat Papua teguh merayakan HUT sebagai tongkat kebangkitan pradaban bangsa Papua yang diliris dalam era arus globalisasi. Dan itu supaya generasi Papua semakin mencintai wujud dari adat istiadat dan budaya yang leluhur wariskan di negeri ini,” kata Yali Halitopo.

Acara tersebut kata dia, pihaknya selenggarakan selama dua hari, yakni 2-3 Februari hingga tanggal 4 Februari merupakan puncak dari kantor DAP menuju ke kantor GKI Kwawi Manokwari. Tetapi kata dia, pihak gabungan TNI dan Polri memblokade arah jalan disebabkan karena banyak yang memakai atribut motif Bintang Kejora dan antisipasi penyebar pandemi Covid-19.

“Sehingga memaksa masyarakat merayakan kegiatan di halaman kantor DAP saja,” ucapnya.

Menurut dia, pihaknya selenggarakan parade budaya sebagai bentuk kecintaan adat dan Injil yang dibawa masuk oleh misionaris merupakan satu-kesatuan yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan OAP.

Ketua DAP Domberay, Sakarias Hotota menilai pimpinan gereja dan pemerintah daerah setempat takut rayakan HUT PI sebagai bentuk kepedulian atas terang Injil Tuhan sehingga imannya dianggap masih kaku.

“Hari ini pimpinan gereja atau pendeta-pendeta dan pemipinan daerah semuanya anak asli Papua, tetapi mereka takut pada Corona. Masyarakat adat terbukti punya iman, buktinya mereka rayakan HUT PI melandasi kekuatan Tuhan Allah,” kata Sakarias.

Ia mengatakan, di tanah Papua memiliki 275 suku. Masyarakat adat Papua mempunyai sertifikat mutlat dari Allah, maka tidak ada orang yang ganggu gugat untuk menari dan memuji Tuhan melalui parade budaya.

“Sehingga melalui HUT Ke 166, kita menerima kerajaan Allah supaya firmannya digenapi,” katanya.

Ia menegaskan, pihaknya melakukan parade budaya di wilayah Domberay sebagai awal pembukaan, dan harapan umum dalam momentum ini, agar pada momen-momen mendatang masyarakat dari tujuh wilayah adat hendak memperingati berupa pentas budaya.

“Itu agar mengetahui koridor adat istiadat dan budaya yang serupa indentitas orang Papua,” ucapnya. [*]

Reporter: Yosea Douw
Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *