Pemuda se Papua kecam ujaran rasis, Polri segera tangkap Ambroncius Nababan

Nabire, [WAGADEI] – Tindakan rasis yang ditujukan kepada aktivis HAM Indonesia asal Papua, Natalius Pigai dengan sebutan ‘Gorilla’ oleh Ambroncius Nababan di media sosial Facebook hanya pada persoalan beda pandangan politik pada Minggu (24/1/2021), sekitar pukul 03.08 WIB.

“Berdasarkan tangkapan layar yang beredar, Ambroncius Nababan memasang foto Natalius berdampingan dengan seekor Gorilla. Sebagai orang tuanya, Kami sakit hati sekali ketika ujaran rasis itu viral di media Facebook, Twitter, bahkan panas di media online maupun media cetak” ujar salah satu pemuda Meepago, Simi Anouw kepada wartawan, Minggu, [24/1/2021].

Pihaknya mengaku, Natalius Pigai sebagai orang tua yang mendiami di wilayah adat Meepago dengan tegas meminta aparat segera mengejar pelaku lalu segera tuntaskan kasus ini sebaik mungkin.

Natalius pernah bekerja sebagai Staf Khusus Menteri di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia di masa Kepemimpinan Alhilal Hamdi dan Jacob Nuwa Wea tahun 1999-2004. Ia juga merupakan salah seorang dari 11 anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia [Komnas HAM] Republik Indonesia berasal dari Papua periode 2012 – 2017. Ia dikenal sebagai aktivis mahasiswa era tahun 1995-1999 pada masa perjuangan Reformasi. Pigai juga aktif di beberapa organisasi lainnya, seperti PRD, PMKRI, WALHI, Kontras, Rumah Perubahan, dan Petisi 28.[3]. Pada saat ini selain dikenal sebagai aktivis Kemanusiaan juga bekerja sebagai profesional, Penyelidik Swasta dan Konsultan bidang Bisnis dan Hak Asasi Manusia di Perusahaan Asing dan Domestik. Sekilas tentang Pigai.

Anouw meminta juga kepada pempus dibawah pimpinan Presiden RI Joko Widodo, segera menuntaskan kasus ini tanpa basa-basi.

“Kami tegas tolak kata-kata ‘memohon maaf sebesar-besarnya, yang dilangsirkan dibeberapa media massa oleh pihak ketiga, sekali pun pelaku pun kami tolak,” katanya.

Ia menegaskan, harus diproses secara hukum yang berlaku agar rasa sedih yang telah tertancap di hati kami agar pulih kembali.

“Pempus segera tindaklanjuti kasus ujaran rasis. Pigai aktivis Kemanusiaan ini, salah apa? Dia jiwa adil dan berada di negara Indonesia namun dia mendapatkan hal-hal tidak menyenangkan dihati warga Papua,” ujarnya. [*]

Reporter : Norbertus Douw
Editor : Aweidabi Bazil

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares