Tim Paslon Nomor 3 datangi Polres dan Kejari Nabire, ini tuntutannya

  • Bagikan

 

Nabire, [WAGADEI] – Tim Pemenangan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nabire Nomor Urut 03, Fransiskus Xaverius Mote-Tabroroni Bin M Cahya alias FransBro mendatangi di Mapolres dan Kejaksaan Nabire , Selasa ( 19/01/2021)

Mereka diantaranya mewakil kepala suku Doga, tokoh intelektual Martinus Adii, kepala suku pesisir dan kepulauan Isak Sayori dan Geradus Raubaba mewakili tim Koalisi Nabire Bangkit Petrus Asso, ketua umum relawan Alex Pigai, koordinator relawan Deiyai Jhon Mote dan koordinator relawan Dogiyai Agus Tebai.

Kedatangan pihaknya guna menanyakan proses operasi tangkap tangan [OTT] oleh Gakumdu Kabupaten Nabire agar segera digelar perkara atas kasus itu.

“Orang -orang ditangkap yang melakukan kecurangan Pilkada ini harus diproses cepat,” kata Martinus Adii.

Pasalnya, kata Adii, sejak awal pada Pilkada Nabire dari Paslon nomor 3 sudah menyatakan sikap agar Pilkada harus jujur, adil, aman dan yang sesuai dengan aturan PKPU.

“Ini bukan karena KPU bersepakat dengan tujuh point itu, tapi kami punya komitmen sudah jelas bahwa Paslon nomor urut 3 tetap semua tahapan harus benar, jujur dan adil tanpa adanya main curang-curang, pemukalan, perampasan suara, money politik, memindahkan suara dan lainnya. Hal ini telah dibuktikan pada tanggal 9 Desember 2020 lalu,” ungkapnya.

Hal serupa, sebelumnya pihaknya telah menyampaikan kepada KPU, Bawaslu dan publik bahwa adanya kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan seperti masalah DPT dengan jumlah penduduk 1072 juga DPT 1078.

“Tapi ternyata setelah kami cek di Dukcapil terbukti bahwa DPT yang sebenarnya adalah 1015,” ungkapnya tegas.

Mewakil Kepala Suku, Doga menuturkan bahwa pihaknya ke Polres dan Kejaksaan untuk mengecek OTT atau tangkap tangan itu sejauh mana prosesnya dan tindaklanjutnya.

“Setelah kami cek di Polres dan Kejaksaan ternyata dalam proses penanganan . Sehingga kami berharap kasus ini secepatnya diselesaikan karena sangat berpengaruh ditingkat atas,” kata dia.

Kepala suku pesisir, Geradus Raubaba mengatakan pihaknya berkeinginan agar Nabire harus dipimpin oleh orang yang jujur, adil dan takut akan Tuhan.

“Supaya Nabire itu ada perubahan dan Nabire yang baik. Karena awal menentukan, misalnya kalau pemimpin dihasilkan melalui kecurangan pasti Nabire juga akan kekacauan,” ucapnya. [*]

Reporter: Aweidabi Bazil
Editor: Admin 1

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *