Otsus sebagai genosida terstruktur bagi OAP, tolak!

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura melakukan aksi mimbar bebas di halaman Uncen lama Abepura, Selasa, (12/1/2021). Dilaksanakannya aksi itu guna menolak pembahasan Otonomi Khusus (Otsus) bagi Papua dan Papua Barat yang akan dibahas oleh Pemerintah Pusat dalam waktu yang dekat.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Uncen Jayapura Kiri Keroman mengatakan, pihaknya melihat dengan ekstensi kebijakan Undang-undang Otsus sebagai bentuk genosida struktural yang sedang berjalan terhadap orang asli Papua (OAP). Pasalnya keberadaan Otsus dari sudut pandang masyarakat Papua, seharusnya menjamin produktifitas kemandirian dalam aspek sosial, ekonomi, budaya dan politik.

“Tetapi, Otsus menjadi malapetaka dan genosida secara bertahap serta komplesitas masalah-masalah baru bagi orang asli Papua,” kata Keroman dalam orasinya.

Menurut mahasiswa, selama 20 tahun Otsus berjalan, masyarakat adat Papua belum ada yang menjadi tuan rumah di atas tanahnya. Sebaliknya konflik sosial baik vertikal maupun horizontal menjadi subur dan rapi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Apakah mampu hidup dalam struktur kebudayaannya dan berhak atas kekayaan yang dimiliki? Jawaban tidak, keberadaan keberadaan Otsus ini membuat masyarakat adat lebih terasing dari rana-rana produksi dengan timbulannya berbagai konflik,” katanya.

Pihaknya menegaskan, segala bentuk kebijakan yang dilakukan oleh Jakarta, yang katanya membangun masyarakat Papua, apakah ada peluang yang diberikan oleh Jakarta terhadap masyarakat adat Papua? “Buktinya tidak, justru menguntungkan investasi disertai di mana-mana membuka lahan atas nama negara,” ungkapnya.

Atas nama Otsus, kata dia, negara justru membentuk kelompok kelompok berkepentingan disertai negara menciptakan penyakit ketergantungan terhadap rakyat Papua.

“Maka dari itu kami solidaritas mahasiswa papua, dengan tegas menolak Otsus jilid II dan kembalikan kepada rakyat papua sesuai uu No. 77 tentang peraturan daerah. Kami solidaritas mahasiswa Papua dengan tegas menolak kebijakan Jakarta kepada elit Papua yang memperoleh legitimasi untuk membahas perpanjangan Otonomi Khusus di Jakarta,” ujarnya.

Lanjut dia, pihaknya dengan tegas membatasi segala rekayasa sepihak pemerintah Indonesia bersama berbagai kelompok dan tim bentukan berupaya mereduksi persoalan rakyat papua kedalam pembahasan Otonomi Khusus. [*]

Reporter: Enaakidabii Carvalho

Editor: Admin 1

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *