Mahasiswa Paniai demo soal dana TA, Bupati: Dinsos segera tempel nama-nama

  • Bagikan

Paniai, [WAGADEI] – Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Paniai se Indonesia melakukan demonstrasi damai menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paniai melalui Dinas Sosial dan Kesejahteraan Rakyat segera salurkan dana tugas akhir (TA) tahun anggaran 2020.

Menurut kordinator lapangan Elias Gobai bahwa pihaknya telah serahkan data nama-nama mahasiswa yang sudah masuk tugas akhir kepada Dinsos pada pertengahan tahun 2020.

“Tapi sampai saat ini hanya sebagian yang dibayarkan, itupun keluarga dari Plt Kepala Dinas Sosial dan keluarga dekat dari Bupati Paniai saja. Kami harap segera bayarkan,” ujar Elias Gobai saat aksi di halaman kantor Bupati Paniai, Senin, (11/1/2021).

Ia mengatakan, yang belum dibayarkan harus berikan uang cash kepada mahasiswa agar bisa kembali ke kota studi.

“Kami minta uang cash, tidak mau ditransfer melalui rekening bank,” ujarnya.

Sambil orasi, pihaknya menunggu Bupati Paniai Meki Nawipa keluar dari ruang kerjanya untuk menemui massa aksi. Selanjutnya Bupati Nawipa didampingi Wakil Bupati Oktopia us Gobai, Kapolres Paniai, AKBP Naomi Giay dan salah satu kepala bidang dari Dinsos tanpa Kepala Dinsos Ronald Kadepa temui puluhan mahasiswa di lobi kantor Bupati

Menurut pihak Dinsos, dihadapan Bupati dan para mahasiswa mengungkapkan jumlah keseluruhan mahasiswa Paniai di seluruh Indonesia berjumlah 782 orang, sementara yang sudah terbayar dana TA sebanyak 739 orang, belum sebanyak 43 orang.

Bupati Paniai, Meki Nawipa kepada menerima massa aksi mengatakan, sistem keuangan untuk pembayaran semua lini telah berubah sehingga pihaknya tak bisa memberikan uang cash.

“Sekarang sistem berubah, tidak bisa uang cash. Kalau dulu bisa. Hal seperti ini Saat pertemuan lalu itu saya jelaskan tidak bisa uang cash, tapi harus transfer karena sistem. Untuk mahasiswa lewat Dinas Sosial, sesuai Portal Dikti,” kata Bupati Meki.

Silahkan cek daftar nama yang akan ditempel di Dinas Sosial, jika ada kedapatan nama salah atau sudah selesai silahkan protes, sedangkan masih aktif tapi tidak terima silahkan laporkan supaya kita proses lagi.

Kordinator lapangan, saat tempel nama Dinas Sosial harus tempelkan juga bukti setoran uang dari Bank.

Nawipa meminta Dinsos agar segera tempel nama-nama mahasiswa yang sudah ditransfer dana di Kantor Dinas Sosial agar ada kepuasan tersendiri bagi seluruh mahasiswa, dan bisa cek apakah yang sudah terima dana amat layak atau tidak.

“Saya minta Dinas Sosial tempel nama-nama dan silahkan cek, soal uang sudah masuk sistem sehingga tidak bisa uang cash. Buktinya jelas dari Dinas Keuangan langsung ke rekening mahasiswa. Saya akan telpon Kepala Dinas Sosial karena sementara ada di luar daerah untuk memastikan nama-nama mahasiswa,” ungkapnya.

Jika ada yang merasa dirugikan, ia meminta agar para mahasiswa bisa kumpulkan copian kartu pengenal mahasiswa (KPM) di Dinsos lalu diverifikasi. “KPM kalau terdaftar bisa dapat uang. Kalau sudah dapat pasti, tapi minta maaf bagi yang sudah selesai dan yang drop out (DO),” ucapnya.

“Saya akan buat aplikasi berhubungan dengan Portal Dikti supaya tidak ada isme dan dikorbankan lagi,” katanya.

Ia juga menyinggung soal rumah kontrakan bagi para mahasiswa Paniai se Indonesia. “Rumah kontrakan harus ada sertifikat rumah, bukti transfer yang masuk di pemilik rumah. Dinas Sosial harus pastikan, supaya kita tahu kontrakan itu legal,” ujarnya. (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *