Apresiasi Pemkab Jayawijaya tangani C-19

  • Bagikan

HPMJ: Untuk apa ada vaksin?

Wamena, [WAGADEI] – Penanganan terhadap Covid-19 [C-19] di Kabupaten Jayawijaya oleh Pemerintah Kabupaten [Pemkab] setempat diapresiasi oleh Himpunan Mahasiswa Pelajar Jayawijaya [HMPJ] kota study Jayapura (HMPJ). Pasalnya Pemkab Jayawijaya telah mempermudah pengurusan administrasi keberangkatan maupun kedatangan menggunakan jalur udara selama masa pandemik C-19 ini.

Ketua HMPJ Alber Kalolik mengatakan, memang sangat rumit untuk masyarakat kelas ekonomi lemah melakukan pengurusan surat keberangkatan namun Pemkab setempat sudah menjawab desakan masyarakat soal rumitnya pengurusan administrasi Covid-19.

“Kami atas nama seluruh mahasiswa asal Jayawijaya menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya atas keberhasilan dalam mengantisipasi peningkatan kasus kematian akibat Covid-19. Yang jelas, Jayawijaya sampai sekarang relatif aman, hanya baru satu orang yang meninggal dunia. Namun dibanding kabupaten dan kota lainnya di Papua maupun Indonesia,” ujar Alber Kalolik, Jumat, [8/1/2021].

Ia berharap pemerintah segera mengeluarkan imbauan untuk masyarakat bebas aktifitas, serta tidak membatasi dengan aturan pusat. Pasalnya bagia dia, Kabupaten Jayawijaya sudah tidak ada lagi kasus positif C-19.

“Jangan lagi berdagang dengan cara yang tidak benar atau merugikan masyarakat Jayawijaya dan se wilayah adat Lapago,” ucapnya.

Kesempatan itu pihaknya juga menolak kehadiran vaksin C-19 di Provinsi Papua serta kota dan kabupaten.

“Untuk apa menggunakan vaksin sementara angka kematian dan positif Covid sudah menurun,” katanya tegas.

“Jadi untuk Jayawijaya, kami menolak penggunaan vaksin kepada masyarakat tanpa terkecuali, masyarakat sudah beraktifitas seperti biasa. Jangan bikin susah masyarakat lagi degan aturan-aturan penggunaan vaksin,” katanya.

Tokoh masyarakat Jayawijaya, Wakao Hubi meminta agar tidak memaksakan masyarakat untuk menggunakan vaksin segera kembalikan ke Jakarta.

“Kami punya hak untuk menerima dan menolak, pemerintah tidak bisa menipu-nipu kami,” katanya. [*]

Reporter: Yas A. Wenda
Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *