Keadilan dan kebenaran, dasar ajaran di lingkup Gereja

  • Bagikan

Nabire[WAGADEI] – Berbagai gereja baik Katolik, Kingmi, GKII, Persekutuan dan lain-lain di Papua maupun luar tanah Papua mengajarkan hal yang indah dan unik yakni keadilan dan kebenaran akan kekal abadi.

Laorensius Douw, salah satu tokoh pemuda Meepago mengatakan, kenyataan selama ini, gereja justru dibungkam dan dibiarkan menginjak-injak kaki di wilayah gereja. Sebenarnya, gereja harus bersuara untuk menyelamatkan domba-domba piaraan yang dibunuh secara paksa itu.

Ia ungkapkan, apakah di dalam gereja mengajarkan cara membunuh manusia, ataukah diajarkan cara merampas hak orang lain, atau menyiksa sesama manusia dan kekerasan lainnya.

“Saya calon pendamping pewarta Katolik, selama ini saya mendampingi pewarta Katolik dalam bacaan maupun kotbahnya, saya tidak mendengar kata kacau – balau tetapi saya biasa mendengar kata-kata baik dan benar. Tidak pernah keluar dari kata keadilan dan kebenaran,” ujar Laorensius Douw kepada wagadei.com, Jumat, [11/12/2020].

Oleh sebab itu, ia meminta kepada pihak Geraja manapun di Tanah Papua bersuaralah demi keadilan dan kebenaran. “Kita yang telah ambil bagian dalam Gereja, kita mengajarkan bukan membunuh nyawa Manusia tetapi kita mengajarkan kepada domba-domba kita adalah kebenaran,” ucapnya.

“Mana buktinya, selama ini tidak ada bukti, Kita jauh dari keadilan dan kebenaran. Wilayah kita diinjak-injak oleh kekerasan namun kita abaikan begitu saja. Lebih baik kita kembali menjadi umat atau jemaat biasa jika tidak peduli kebenaran dan keadilan,” katanya.

Ia mengatakan, pimpinan gereja yang sedang musnah juga kita biarkan tidak pernah menindaklanjuti atau diproses secara hukum yang berlaku. Dan Rakyat Papua yang hilang satu per satu lagi kita abaikan saja.

“Mari, gereja buka telinga, buka mata, dan memakai akal sehat untuk bersuara demi menyelamatkan umat Tuhan di tanah Papua,” katanya. [*]

Reporter : Norbertus Douw
Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *