9 Desember; Pilkada dan Hari Anti Korupsi Se-dunia

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Besok, Rabu, [9/12/2020] masyarakat Indonesia akan melakukan Pemilihan Kepada Daerah atau Pilkada yang dilaksanakan serentak di 309 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Dalam Pilkada 2020 kali ini, masyarakat melakukan pemilihan dalam 9 Pilgub, 224 Pilbup, dan 37 Pilwalkot yang digelar di 298.939 Tempat Pemungutan Suara [TPS].

Lebih dari 100,3 juta warga sudah tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap [DPT].

Tokoh pemuda Meepago, Andrias Gobay mengatakan, pencoblosan berlangsung mulai pukul 07.00-13.00 waktu masing-masing wilayah. Setelah itu, rekapitulasi hasil penghitungan suara akan dilakukan dengan jadwal pada 9-26 Desember 2020.

Menurut berbagai sumber berita entah media elektronik dan media online, kata dia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan proses pengelolaan logistik Pilkada Serentak 2020 mulai dari produksi hingga distribusi sudah sesuai protokol kesehatan.

Seperti narasumber Anggota KPU RI I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menyampaikan, semua proses pengelolaan tersebut sudah dikoordinasikan dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait, seperti Bawaslu, TNI / Polri, dan Satgas Penanganan COVID-19. “KPU berharap masyarakat pemilih tidak perlu khawatir untuk datang ke TPS, karena semua pengelolaan logistik yang dipakai dalam pemungutan suara di TPS sudah sesuai prokes,”.

“Kita ketahui bersama bahwa 9 Desember Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia 2020,” ujar Gobai kepada wagadei.com, Selasa, [8/12/2020].

Selain pelaksanaan Pilkada 2020, menurut Gobai, 9 Desember juga bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia 2020 (Hakordia). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memberikan surat edaran untuk memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia 2020.

Dalam Surat Edaran Nomor 30 Tahun 2020 tersebut, KPK mengambil tema Membangun Kesadaran Seluruh Elemen Bangsa dalam Budaya Anti Korupsi.

Dewasa ini, Politik uang menjadi buah bibir banyak kalangan dan politik uang juga indikasikan tumbuh subur didukung oleh kecenderunganan masyarakat yang makin permisif. Pembiaran atas politik uang tidak hanya berimpilkasi melahirkan politisi
korup namun juga berakibat tercederainya suatu Pemilu yang demokratis.

“Dalam membangun Budaya anti korupsi, kita semua berharap agar masyarakat disetiap daerah yang menyelenggarakan dan mengalurkan hak politiknya tanpa adanya politik uang [money politic] agar diharapkan Pemimpin yang terpilih adalah pemimpin yang lahir dari sebuah proses demokrasi yang benar tanpa Politik uang,” ungkap dia.

Apabila lanjut dia, semua memiliki kesadaran tinggi akan bahaya politik uang maka pelaksanaan pilkada yang menjadi pesta demokrasi masyarakat di daerah diyakini akan membawa masyarakatnya menjadi lebih baik.

Ia menyampaikan selamat memilah dan selamat memilih pemimpin baru di daerahmu secara demokratis. [*]

Reporter: Aweidabi Bazil
Editor: Admin 1

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

  1. Ԍreat blog you have here but I was curious if you knew of аny user ԁiscussi᧐n forums
    that cover the same topics talked aЬout in this article?
    I’d reɑlly love to be a part of community where I can get resрonses from other knowledgeable people that sһare the same interest.
    If you һave аny recommendаtions, please ⅼet me know.
    Kudos!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *