Imasepa Jabar kutuk segelintir orang yang atas namakan mahasiswa Papua dukung Otsus

  • Bagikan

 

Jayapura, [WAGADEI] – Ikatan Mahasiswa se Tanah Papua di Jawa Barat (Imasepa Jabar) dengan tegas mengutuk dan menolak pernyataan dari segelintir orang di Jawa Barat yang mengatasnamakan mahasiswa Papua dan nyatakan dukung Otonomi Khusus (Otsus). Pasalnya, mahasiswa Papua di Jabar telah bernaung di bawah Imasepa, bukan organisasi lainnya.

Ketua Imasepa Jabar Yudas Paragaye kepada wagadei.com menyampaikan pihaknya dengan tegas menolak Otsus jIlid II bahkan mengutuk keras tindakan-tindakan yang dilakukan oleh segelintir orang demi untuk mencari jabatan yang mengatasnamakan pihaknya yang berkaitan dengan keberlanjutan Otsus jilid II di tanah West Papua.

“Jadi mahasiswa Papua di Jawa Barat itu punya wadah yang jelas yakni Imasepa, bukan komite peduli Papua di Jawa Barat. Nah, kami dari Imasepa tolak Otsus, bukan dukung Otsus. Kami mengutuk dan menolaak penyatan yang dikeluarkan oleh komite peduli Papua Jawa Barat mendukung Otsus jilid II,” ujar Yudas Paragaye, Kamis, (3/12/2020).

Pihaknya juga mengutuk keras intervensi tim yang dibuat oleh Jakarta untuk masuk ke basis Imasepa Jabar demi kepentingan Otsus jilid II. “Mau bentuk tim model apapun, komitmen kai jelas yaitu tolak Otsus,” ucapnya.

“Kami jugaengutuk keras media siluman yang tidak bertanggung jawab melakukan propaganda Otsus jilid II,” katanya.

Ia menegaskan, tindakan semacam ini akan memperkeruh suasana dan menimbulkan kecurigaan bahkan saling bermusuhan antara mahasiswa Papua di Jabar. “Saya harap kita tidak boleh terpecah belah, pernyataan sikap seperti ini sebagai diskusi intelektual sangat diperlukan demi menjaga kesatuan dalam organisasi,” ungkapnya.

Wakil ketua Imasepa Jabar, Flin Hernando Samberi mengatakan pihaknya yang terdiri dari 21 komunitas basis (kombas), paguyuban, dan kordinator wilayah (korwil) dengan tegas nyatakan Otsus sebab dianggap memusnahkan orang asli dan alam Papua.

“Setiap paguyuban, kombas, korwil yang kedapatan melakukan tindakan di luar kesepatakan forum, maka akan mendapat sangsi sesuai dengan kesepatakan bersama,” ujar Saberi.

Pihaknya juga berusaha oknum yang mengatasnamakan itu untuk bertemu minta bertanggungjawab namun selalu menghilang dengan beragam alasan yang tidak jelas.

“Kami sudah memanggil orang yang sudah menjadi oknum atau fasilitator tetapi sampai saat ini orangnya tidak hadir, selalu mencari alasan untuk menghindar. Tapi kami akan usahakan untuk dapat bertemu dengan dia dan meminta klarifikasi dan membuat surat pernyataan dan permohonan maaf,” ujarnya. [*]

Reporter: Enaakidabii Carvalho
Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *