Di Nabire, Komunitas Papuansphoto bagi ilmu fotografi

Nabire, [WAGADEI] –  Pengurus Pusat Komunitas Papuansphoto Whens Tebay dan Agus Pabika membagi ilmu fotografi dasar landscape dan street fotografi menggunakan camera DLSR dan Android. Kesempatan ini dihadiri 50 an pemuda dari pesisir dan pegunungan.

Kali ini difokuskan pada kaum muda Meepago di Nabire yang dipusatkan di pantai Maf Nabire, Kamis, [19/12/2020]. Kegiatan ini atas inisiatif baik dari wartawan Jubi sekaligus pimpinan redaksi Wagadei.Com Abeth You, juga fotografer dan pendiri Komunitas Papuansphoto.

“Seperti yang kita tahu bahwa dalam fotografi landscape dan street fotografi. Membuat foto landscape penuh dengan kesabaran dan ketelitian karena kamera harus menangkap wilayah yang lebih besar dibandingkan kita memotret menggunakan metode portrait,” ujar Whens Tebay sebelum memulai praktek potret.

Dalam memotret landscape diwajibkan perhatikan 10 cara diantaranya perhatikan horizontal, pertimbangkan langit, cari focal point, jangan lupakan foreground, pakai tripod, maksimalkan depth of field, tangkap gerakan alam, bekerjasama dengan cuaca, golden hour, garis dan bentuk, serta ganti perspective.

Sementara pelatih lainnya Agus Pabika mengatakan, street potografi merupakan sebuah aliran fotografi yang terus berkembang, di mana obyek fotonya diambil di ruang-ruang publik.

“Karena mengambil obyek foto di ruang publik bukan berarti semua benda mati yang dijadikan obyek foto. Justru sebaliknya, street photography memotret aktivitas manusia di ruang publik. Jadi street photography ini lebih dekat dengan persoalan human interest,” ujar Pabika.

Menurut Wartawan SuaraPapua.Com ini membuat foto jalanan itu mudah. Ia menyarankan, saat hunting untuk membawa kamera yang mudah dibawa.  Membawa kamera berukuran besar tidak disarankan, karena akan mengganggu mobilitas saat hunting obyek.

“Harus membaur dengan obyek foto. Ini akan memudahkan saat mengcapture momen. Jika diperlukan ajak obyek foto berkomunikasi untuk menghasilkan foto yang natural. Tapi harusnya minta ijin pada obyek foto juga diperlukan agar obyek tak merasa di’curi’,” katanya. [*]

Reporter: Enaakidabii Carvalho
Editor: Uka Daida

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares