Tak hadirnya MRP di Meepago, bukti Otsus telah mati

Dogiyai, [WAGADEI] – Tidak hadirnya Majelis Rakyat Papua [MRP] gun menggelar rapat dnegar pendapat atas pelaksanaan Otonomi Khusus [Otsus] di wilayah adat Meepago yang difokus di Kabupaten Dogiyai, Selasa, [17/11/2020] merupakan lembaga representasi adat, agama dan perempuan orang asli Papua [OAP] yang dibentuk berdasarkan UU Otsus PP Pasal 54 menunjukkan bahwa Otsus di tanah Papua sangat gagal total dan yang menggagalkan adalah Indonesia sendiri.

“Walaupun MRP tidak hadir untuk lakanakan RDP di Meepago sesuai jadwal ditetapkan, tetapi ribuan rakyat Papua dari wilayah tersebut tetap berkumpul dan menyatakan sikap,” kata Goo Benny di lapangan Theo Makai Mowanemani di tengah ribuan rakyat Dogiyai.

Menurut Goo, kekuatan Maklumat Kapolda Papua dan kekuatan surat penolakan oleh Asosiaso Bupati Meepago telah berhasil mematahkan oleh dua kekuatan keinginan MRP namun rayat Meepago yang berasal dari Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, dan Mimika mampu mematahkan dengan seruan; “Kami rakyat Papua di wilayah Meepago tolak dan cabut produk hukum undang-undang Nomor 21 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus dan kami minta merdeka penuh di West Papua”.

Seain Benny juga didampingi perwakilan agama yang diwakili Diakon Aleks Pigai, selaku ketua Komisi Kepemudaan Dekenat Kamuu-Mapiha, DewanAdat Dogiyai, Germanus Goo, KNPB wilayah Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Timika, Nabire dan sektor Mapiha KNPB Dogiyai, TPNPB dan perwakilan masyarakat.

Dari 79 pasal UU Otsus hanya satu pasal yang berhasil yaitu Pasal 54 tentang pembentukan MRP. Sedangkan 78 pasal lainnya gagal total. Namun MRP semua kewenangannya dicabut. Kantor pengelola keuangan Otsus, kantor pengadilan HAM, kantor komisi hukum Ad Hoc, kantor Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR), juga semua tidak dibangun di Papua.

“Bukti bahwa Otsus telah gagal. Karena kalau semua pasal itu berhasil [Otsus sukses] pasti MRP hadir, bintang kejora berkibar, lagu Hai Tanahku Papua dinyanyikan, burung mambruk lambang negara West Papua di pajang disini dan di mana-mana sesuai amanat UU Otsus Pasal 2,” katanya.

Bukti kegagalan lainnya adalah ilegal logging. Semua kekayaan alam terus dikeruk, dicuri oleh Indonesia dan asing tanpa libatkan pemerintah daerah dan masyarakat adat. Contoh lain banyak seperti yang diketahui dan dirasakan.

Sementara itu ketua KNPB wilayah Dogiyai, Saugas Goo menegaskan, pihaknya dan seluruh pengurus KNPB wilayah Meepago hadir bertujuan untuk menyampaikan bahwa Otsus gagal dan berikan referendum untuk rakyat Papua menentukan masa depannya sendiri.

“Itu tujuan kami yang mau sampaikan ke MRP tapi MRP tidak hadir karena ini kegiatan MRP. Dan kami datang sebagai peserta kegiatan. Tapi bukan soal, semua sudah kami sampaikan. Tuhan yang menjadikan manusia dan segala isi, alam Papua, tulang belulang rakyat Papua yang telah meninggal dibunuh Indonesia, semua sudah dengar. Bahkan Indonesia dan dunia internasional juga biar jauh, tahu hari ini apa yang rakyat Papua mau dari Otsus, tolak atau terima,” katanya. [*]

Reporter: Abeth A. You
Editor: Uka Daida

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares