PHP Dev Cloud Hosting

Mahasiswa demo tolak pemekaran, Polisi caci maki anggota DPRP

  • Bagikan

 

Jayapura, [WAGADEI] – Senin, [16/11/2020] mahasiswa asal Deiyai yang sedang menimba ilmu di Jayapura yang tergabung dalam solidaritas mahasiswa Kabupaten Deiyai mengelar demo damai dalam rangka menolak pemekaran 109 kampung dan 10 distrik oleh Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Deiyai bersama DPRD Deiyai beberapa lalu, akhirnya dibubarkan secara paksa oleh Kepolisian Resort Kota [Polresta] Jayapura.

Bahkan dalam video yang viral juga terlihat helaa oknum Polisi rampas mic yang dipegang oleh anggota Komisi I DPR Papua, Amos Edowai dan caci maki dengan kata ‘goblok’. Itu terjadi setelah 5 menit Amos Edowai menerima aspirasi mereka di halaman kantor DPR Papua.

Kordinator aksi, Abner Doo menegakan banyaknya akan berdampak pada minoritasnya para kaum warga asli sehingga menguntungkan pihak lain sebagaimana yang terjadi di mana-mana.

Seharusnya, kata dia, Pemda dan DPRD Deiyai harus jelih melihat berbagai jenis persoalan, bukan mekarkan daerah untuk menambah masalah lagi.

“Soal meluapnya Danau Tigi tidak pernah mereka (Pemda dan DPRD) bicara, seperti bantuan bahan makanan. Tapi fokus ke pemekaran ini tidak masuk akal. Justru membuat masyarakat setempat tidak bisa beraktivitas,” katanya

Menurut dia, pihaknya juga menyayangkan sikap Pemda dan DPRD Deiyai tidak laksanakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

Usai menerima aspirasi, politikus Partai Kebangkitan Bangsa [PBK] Amos Edowai, anggota Komisi I DPRP dicaci maki oleh seorang oknum Polisi yang notabene adalah mitra kerjanya bidang hukum.

Amos Edowai mengatakan, kedatangan para mahasiswa termasuk datang ke rumah pribadi sehingga tak perlu membatas.

“Ini rumah mereka, jangan batasi,” katanya saat itu mic yang dipegang Amos dirampas Polisi yang memakai pakaian biasa.

Usai itu ia dimaki dengan kata ‘goblok’. Amos menerima cacian itu karena ketika itu ia seorang diri tanpa didampingi rekan wakil rakyat lainnya.

“Terkait aspirasi, kami akan sampaikan ke Pemda Deiyai supaya dilaksanakan sesaui prosedur,” kata Amos. [*]

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *