Pemuda Katolik Papua diminta kembangkan potensi diri dan kontribusi dalam pembangunan

Jayapura, [WAGADEI] – Pemuda Katolik di Papua harus berperan dalam upaya pengembangan potensi diri terutama bagi kepentingan pembangunan di tanah Papua dan Indonesia. Sejak kemerdekaan Republik Indonesia, Pemuda Katolik telah memberikan kontribusi yang sangat luar biasa untuk membangun bangsa dan negara.

Kepada wartawan, Minggu, [14/11/2020], Paskalis Kossay, pembina Pemuda Katolik Komisariat Daerah [PK Komda] Papua mengatakan, khusus untuk pemuda Katolik di Papua tidak terlppas dari sejarah perjuangan Pemuda Katolik dalam membangun pembangunan dalam segala bidang.

“Ketelibatan pemuda-pemuda Katolik cukup signifikan dalam pentas politik maupun ikut memberikan sumbangsih pikiran untuk pembangunan. Nah ini sejarah, karena sejarah ini tidak boleh terputus harus membenahi diri dengan sejarah perjuangan kehidupapan Pemuda Katolik ini,” ujar Paskalis Kossay usai acara Dien Natalis Pemuda Katolik Nasional ke 75, di aula Seminari Menengah Waena, Kota Jayapura.

Dunia sekarang kata Kossay, pada era digital menjadi tantangan besar bagi generasi muda khsusnya Pemuda Katolik harus merefleksikan diri dan fouus pada pengembangan intelektualitas, keterampilan pribadi dan berwawasan lalu memberikan sumbangsih pikiran kepada pemerintah daerah demi kemajuan pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia [SDM].

“Karena itu saya harapkan dengan 75 tahun ini Pemuda Katolik Nasional di Papua harus merefleksi diri dan pemuda merupakan generasi yang ke depannya diharapkan mampu berperan dan melanjutkan tongkat estafet pembangunan,” katanya.

Ia menambahkan, menggali potensi kepemimpinan yang dimiliki oleh pemuda itu sangat perlu agar memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain.

Ketua PK Komda Papua, Alfonsa J. Wayap mengatakan, Pemuda Katolik Papua harus unggul di dalam segala aspek terpenting mulai mengasah, dan menerpa diri di luar organisasi ini maupun di dalam. Karena mempersiapkan diri tidak bisa memilah milah, namun jelih melihat organisasi mana yang bisa mengembangkann diri dan perlu juga keterlibatan dari setiap individu.

“Karena setiap organisasi itu punya program-program prioritas menjadi bagian yang harus dilakukan sehingga pengembangan diri bisa terjadi,” ujar Wayap.

Unggul yang dimaksud menurut Wayap, bisa dengan kekritisan Pemuda Katolik dengan peduli terhadap lingkungan sosial karena pihaknya bagian dari masyarakat.

“Kita hidup di lingkungan sosial, kita juga mau melihat persoalan-persoalan sosial dengan mengkritisi secara santuan dan tidak menjatuhkan karena yang selalu kita junjung di sini adalah nlai-nilai kemanusiaan, kepentingan bersama, yang bisa dibilang Bonum Komune,” kata dia. [*]

Reporter: Abeth A. You

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares