IPMADE minta Bupati Deiyai setujui  penyaluran BLT Covid-19

  • Bagikan

 

Nabire [WAGADEI] – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Deiyai [IPMADE] Se sulawesi dan Bali meminta kepada Bupati Deiyai, Ateng Edowai agar segera menyetuji penyaluran dana bantuan langsung tunas [BLT] Covid-19. Hal itu sekaligus menanggapi pernyataan Plt. Kepala Dinas Sosial [Kadinsos] Kabupaten Deiyai, Fredrik Pekei melalui portal berita wagadei.com bahwa jika data dikirim maka akan segera diminta persetujuan kepada pimpinan daerah.

Baca; https://wagadei.com/2020/11/09/dinsos-deiyai-harapkan-mahasiswa-di-4-kota-studi-segera-kirim-data/

“Karena sesuai  permintaan dari Pemda Deiyai meminta data seperti nama mahasiswa, jenjang pendidikan, program studi, dan NIM itu sudah kirim tujuh bulan yang lalu. Namun sampai saat ini ke empat kota studi belum dapat dana BLT Covid-19,” kata Ketua IPMADE Kota Studi Manado, Menianus Douw kepada media ini, Jumat, [13/11/2020].

Jika tidak dikirim, pihaknya telah berkomitmen akan melakukan demontrasi di dinas terkait. Kesepakatan ini dihasilkan melalui telefon antara Ketua IPMADE Manado, Gorontalo dan Bali karena dinilai sangat tidak profesional dalam penyaluran Dana Covid -19.

“Kami minta segera tanpa bentuk apapun bapak bupati Deiyai segera disetujui BLT dan mengirim  sesuai data kami yang telah kirim beberapa bulan lalu. Karena sekarang kita mau urus lain, untuk dana TA dan  pemondokan,” katanya.

Pihaknya tidak akan kirim pengumpulan data yang  bersifat individu karena sebelumnya kita sudah kirim melalui  Dinas Social dan juga  kami sangat mengargai Organisasi IPMADE ini sebab membentuk krakter masa depan bentuk dari sekarang jadi untuk apa minta data pelajar dan mahasiswa berdobel-dobel.

“Sudah lama kami menunggu sejak tahun 2019 hingga akhir November 2020, dan tidak melihat keseriusan Pemkab Deiyai dalam membangun sumber daya manusia [SDM].

Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, mahasiswa Deiyai ke empat kota studi akan konsolidasi mendatangi Dinas terkait  untuk meneruskan tuntutan tersebut.

Plt Kepala Dinsos Deiyai Fredrik Pekei mengaku kewalahan untuk mendapatkan data mahasiswa secara detail. Pasalnya, empat kota studi diantaranya Gorontalo, Palu, Bali dan Manado masih belum mengirimkan data seperti nama mahasiswa, jenjang pendidikan, program studi, dan informasi lainnya

“Kota yang lain mereka sudah kirim, tapi empat kota studi belum kirim. Sudah sejak lama, saya tunggu, bahkan saya biasa telpon dan kirim pesan lewat WhatsApp agar mereka segera kirim. Tapi pesan saya tidak diindahkan,” katanya.

Menurut dia, alasan tidk dikirimnya data mahasiswa dari keempat kota stud I karena diminta transfer melalui rekening ikatan atau organisasi mahasiswa.

“Sekarang kita semua sudah tahu bahwa sistem telah berubah, tidak seperti dulu. Kkalau dulu bisa transfer melalui rekening orang lain atau atas nama ikatan. Tapi sekarang sangat tidak bisa, sisi keuangan diperiksa ekstra ketat,” ujarnya. [*]

 

Reporter: Norbertus Douw
Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *