Dinsos Deiyai harapkan mahasiswa di 4 kota studi segera kirim data

  • Bagikan

Deiyai, [WAGADEI] – Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Sosil [Dinsos] setempat mengaku kewalahan dalam pembayaran dana bantuan langsung tunai [BLT] kepada seluruh mahasiswa Deiyai se Indonesia.

“Karena empat kota studi dianataranya Gorontali, Bali, Palu dan Manado belum kirim data mahasiswa sesuai dengan apa yang kami minta. Ini sampai sekarang kami sangat susah sekali, apalagi mau minta persetujuann dari Bupati juga sangat tidak bisa. Karena berapakali kami ketemu bupati, dia [bupati] bilag harus lengkapi data dulu,” ujar Plt. Kepala Dinsos Deiyai, Fredrik Pekei kepada wagadei.com, Senin, [9/11/2020].

Pekei menegaskan, jika empat kota studi dikirim data, pihaknya tegaskan akan segera diteruskan kepada Bupati Deiyai untuk meminta persetujuan agar dicairkan dana.

“Jangan korbankan sesama mahasiswa, kami dari pemerintah perhatikan secara merata. Tidak banding-bandingkan, semua kami punya anak,” ujarnnya.

Menurut dia, alasan tidk dikirimnya data mahasiswa dari keempat kota stud I karena diminta transfer melalui rekening ikatan atau organisasi mahasiswa.

“Sekarang kita semua sudah tahu bahwa sistem telah berubah, tidak seperti dulu. Kkalau dulu bisa transfer melalui rekening orang lain atau atas nama ikatan. Tapi sekarang sangat tidak bisa, sisi keuangan diperiksa ekstra ketat,” ujarnya.

Forum Komunikasi Pelajar dan Mahasiswa Deiyai [Forkopmade] se Jawa dan Bali meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai agar segera salurkan dana tugas akhir [TA] dan dana pemondokan di beberapa kota diantaranya Bandung, Bogor, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, Salatiga, Surabaya, Malang, Jember dan Bali.

“Kami minta dengan tegas kepada Bupati Kabupaten Deiyai, Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial agar segera berikan hak kami, dana TA dan pemondokan. Kalau tidak kami akan bertindak tegas, dengan cara datangi kantor Penghubung Jakarta – Papua dan konferensi pers,” ujar Ketua Forkopmade Jawa Bali, Ferdinanko Edowai.

Hal itu juga dihasilkan oleh pihaknya melalui pertemuan para mahasiswa di Jakarta, Sabtu, [7/11/2020] dalam acara mengevaluasi kinerja Pemkab Deiyai dalam penyaluran dana TA, pemondokan dan penyaluran dana Covid-19.

Pihaknya tegaskan tanpa alasan apapun segera salurkan dana TA dan pemondokan seperti sediakala melalui badan pengurus harian kordinator wilayah (BPH Korwil) yang ada di se Jawa dan Bali dalam jangka waktu dua pekan kedepan. Pasalnya, para mahasiswa telah menunggu sejak tahun 2019 hingga akhir November 2020 pihaknya tidak melihat keseriusan dari Pemkab Deiyai dalam membangun sumber daya manusia (SDM). “Karena itu kami tidak ingin mendengar alasan yang berbelit-belit dalam penyaluran dana TA, dan pemondokan. Tanpa berbelit-belit kami menuntut agar penyaluran dana TA dan Pemondokan dilakukan secara transparan dengan menyentuh semua pelajar dan mahasiswa tanpa terkecuali, melalui badan pengurus harian Ipmade di setiap kota studi se Jawa dan Bali, dalam jangka waktu dua minggu ini,” katanya. [*]

Reporter: Abeth A. You

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *