Mahasiswa Tolikara Diminta Kembangkan Kemampuan Diri

  • Bagikan

 

Jayapura, [WAGADEI] – Menghadapi tantangan perkembangan zaman, mahasiswa asal Kabupaten Tolikara, Papua diminta kembangkan kemampuan dan keterampilan agar tidak ketinggalan zaman.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Tolikara Yosua Noakh Douw, meminta kepada mahasiswa perlu menimbah pendidikan atau pengetahuan sebanyak mungkin di bangku sekolah entah pengetahuan di dalam sekolah ataupun kampung dan juga kegiatan ekstrakurikuler.

“Saya berharap mahasiswa tingkatkan kemampuan kreativitas. Kalian mahasiswa juga menguasai teknologi informasi, tidak boleh tinggal diam, nanti ketinggalan zaman, juga wajib kuasai bahasa Asing,” ujar Yosua Noakh Douw ketika menjadi pemateri dalam acara seminar sehari di asrama putra mahasiswa Tolikara di Kota Jayapura, Jumat, [30/10/2020].

Selain itu, Douw dalam materinya yang berjudul Peran Mahasiswa Gereja Di Dalam Generasi Muda Papua di Tolikara juga meminta kepada mahasiswa agar perlu meningkatkan kemampuan kepemimpinan, karena akan menguatkan menjadi pemimpin di tengah-tengah keluarga, gereja, masyarakat, dan bangsa. “Jika ada mahasiswa yang kelak terpanggil menjadi pegawai ASN bisa bekerja dengan maksimal,” ucapnya.

“Juga mahasiswa sekarang ini nanti kalau masuk dalam dunia politik yakni seperti calon DPR atau calon Bupati, maka harus tingkatkan kemampuan kepemimpinan,” katanya.

Kesempatan itu juga ia meminta mahasiswa harus persiapkan diri masuk dalam lembaga kemanusiaan, seperti lembaga bantuan hukum [LBH]. “Mahasiswa kalau tidak terpanggil menjadi eksekutif, legislatif dan yudikatif maka mampu menjadi pengusaha yang mandiri dan mampu berbisnis,” katanya.

“Mahasiswa harus menjadi jurnalis. Di semua bidang kita di sana itu terlihat indy, dan memberikan kontribusi yang besar mulai dari daerah sampai tingkat nasional,” ujar dia.

Dance Nawipa, salah satu pemateri dalam kesempatan itu menekankan kepada siswa dan mahasiswa harus lebih menguasai bahasa Inggris atau asing.

Hal itu kata Nawipa mengingat banyaknya anak muda Papua yang sering mendapatkan kesempatan untuk menimbah pendidikan di luar negeri.

“Sehingga bisa memudahkan akses melanjutkan pendidikan ke luar negeri, mendapatkan beasiswa ataupun akses-akses yang lain. Tidak boleh anak Papua diam diri,” katanya dalam materinya yang berjudul pengembangan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi tuntutan zaman. [*]

Reporter: Abeth A. You

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *