Pemuda Katolik Meepago Kutuk Penembak Katakis Rufinus Tigau

Deiyai, [WAGADEI] –  Aksi penembakan brutal terhadap Rufinus Tigau seorang katakis gereja Katolik Stasi Jalae, Paroki Bilogai, Dekenat Moni-Puncak, Keuskupan Timika pada Senin, (26/10/2020) merupakan bentuk terorisme. Pimpinan Pemuda Katolik Meepago mengutuk dan mengecam tindakan teror tersebut.

“Pemuda Katolik Meepago menilai tindakan pelaku penembakan tersebut sebagai terorisme, dan pelakunya adalah teroris. Pemuda Katolik mengutuk keras, dan mengecam tindakan terorisme yang menimpa katakis muda Rufinus Tigau di Intan Jaya,” kata Ketua Pemuda Katolik Meepago, Tino Mote kepada wagadei.com Rabu, (28/10/2020) dibalik selularnya.

Mote menyatakan, pihaknya menuntut lembaga kemanusiaan dan Vatikan Roma untuk mengadili pelaku, dan menjatuhkan sanksi hukum seberat-beratnya.

“Di Intan Jaya kini ternodai oleh aksi penembakan biadab yang dilakukan oleh TNI, sekarang sudah dua orang pewarta Katolik yang jadi korban dan satu dari GKII, Pendeta Yeremia Zanambani. Kami minta lima Keuskupan se regio Papua jangan diam. Mari selamatkan umat Katolik yang sedang dibunuh oleh TNI di Intan Jaya ini. Paling tidak buat surat ke Vatikan Roma,” ungkap dia.

Natalius Pigai, aktivitas kemanusiaan mengatakan, kejahatan kemanusian di Papua sudah destruktif terhadap nilai spiritualitas, iman dan wilayah sakral. Ia minta gereja Katolik harus turun tangan melakukan penyelidikan  untuk laporkan adanya ancaman nyata terhadap umat Kristiani di Papua.

“Umat Katolik menunggu suara kenabian Konfrensi Wali Gereja Indonesia. Diharapkan akan menjadi perhatian Pax Romana di PBB, Franciscan International dan Vatican,” kata Pigai. [*]

Reporter: Abeth A. You

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares