Dibalik Kekerasan di Papua Diduga Ada Misi Terselubung, Harus Diungkap

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Belakangan ini di tanah Papua [Provinsi Papua dan Papua Barat] terus terjadi kekerasaan seakan Papua dalam medan perang antara negara [state war], seperti di jalur Gaza [Timur Tengah]. Sampai hari ini Papua semakin kacau, aksi damai mahasiswa hingga masyarakat Papua dibubarkan dengan tindakan refpresif.

Mengigat situasi itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua [DPRP] melalui Fraksi Gabungan II, Bangun Papua meminta negara harus jujur dengan misi yang sebenarnya di Papua demi terciptanya perdamaian di bumi Cenderawasih.

“Negara harus jujur misinya di Papua terkait keamanan di Papua, hal ini terkait dengan penembakan yang terus-menerus terjadi di bumi Papua, hentikan melihat Papua dari kacamata peluruh dan senjata. Belakangan ini Militer Indonesia dipandangan kami sepertinya mengincar kelompok yang sangat berbahaya, sekalipun para hamba Tuhan,” kata Alfred Freddy Anouw sekretaris Fraksi Bangun Papua DPR Papua kepada wartawan wagadei.comm melalui sambungan selularnya, Selasa, [27/10/2020]

Anouw meminta Pemerintah Pusat harus buktikan bahwa Republik Indonesia merupakan sebuah negara yang menjujung tinggi nilai Hak Asasi Manusia [HAM] dengan konstitusi yang besar dan diakui dunia International. “Jangan manusia nya dibunuh dan Hak kesulungan nya dirampas, hal ini tidaklah manusiawi,” ujar Anouw.

Ia mengecam keras tindakan militer Indonesia yang menembak beberapa pelayang Gereja di Papua seperti di Kabupaten Intan Jaya yakni Pendeta Yeremia Zanambani, Agustinus Duwitau dan baru saja kemarin terjadi yakni Rufinus Tigau selaku katakis stasi Jalai, Paroki Bilogai.

“Saya mau bertanya, apa maksud semua ini, ini hamba Tuhan bukan TPNPB,” katanya.

“Mestinya militer Indonesia lawan dan bunuh TPN/OPM yang punya senjata, bukan rakyat sipil dan para hamba Tuhan. Hamba Tuhan di Papua selalu dan murni mewartakan kebenaran hakiki yang tertulis dalam buku Alkitab, sama seperti kaum Haji dan Ulama-Ulama di dalam Agama Islam,” katanya.

Ia menegaskan, pihaknya bersama alam leluhur tanah ini mengecam tindakan pembunuhan terhadap para
rakyat dan hamba-hamba Tuhan di atas tanah Papua ini belakangan ini.

“Kami juga menyarankan negara Indonesia segera bertanggung jawab atas seluruh Rakyat Papua yang mati karena ditembak oleh TNI/Polri,” pungkasnya. [*]

Reporter: Nomen Douw
Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *