Pilih Sekda Papua, Presiden Harus Kordinasi Dengan Gubrnur 

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Dalam penetapan Sekretaris Daerah [Sekda] Provinsi Papua oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo seharusnya berkoordinasi dengan Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe sebagai pimpinan daerah di Indonesia Timur.

Hal itu disampaikan Sekertaris Jendral  Badan Eksekutif Mahasiswa [Sekjen BEM] Universitas Cenderawasih, Eren Wanimbo bahwa Kepres no R.314/Adm/TPA/09/2020 perihal salinan Kepres no 159/TPA thn 2020 dianggap murni ada unsur keberpihakan guna memecah-belah orang asli Papua [OAP].

Menurut dia, jangan sampai Presiden memilih orang yang lain untuk menjabat Sekda Provinsi Papua, sementara keinginan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua juga bertentangan. Soalnya akan mempengaruhi terhadap kinerja pemerintah daerah, maka diminta agar Presiden lebih bijak untuk bisa menanyakan langsung kepada Gubernur karena ini berkaitan tentang kerja-kerja pemerintah daerah yang butuh sinergitas baik.

“Peresiden Republik Indonesia [Jokowi] tidak bisa mengangkat Sekda sewenang-wenang. Presiden mestinya berkordinasi dengan Gubernur yang merupakan wakil pemerintah pusat di Provinsi Papua soal siapa yang layak menduduki jabatan Sekda terkait Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah pasal 5 ayat ( 1) jelas bahwa Gubernur sebagai wakil penerintah pusat mempunyai kewenangan untuk mengangkat Sekda guna membantu melaksanakan tugas sekertaris daerah. Gubernur yang lebih tahu siapa yang bisa membantunya membangun Papua. Biarkan Gubernur yang menentukan siapa yang bisa membantunya agar menjaga efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di lingkungan pemerintah Provinsi Papua,” katanya kepada wartawan di Jayapura, Senin, [26/10/2020].

Selain itu, ia tegaskan sesuai hasil seleksi Sekda oleh panitia seleksi bahwa Doren Wakerkwa [DW] yang memperoleh nilai tertinggi.

“Doren yang layak menduduki jabatan Sekda Papua sesuai hasil seleksi. Seluruh kalangan di Papua sudah, karena kita semua ikut semua proses seleksi lewat facebook, Instagram, WhatsApp dan juga media resmi lainnya dan DW adalah figur yang profesional dalam menjalankan tugasnya, disiplin dan berintegritas serta mampu menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di tanah Papua,” katanya.

Keputusan Presiden, kata dia tanpa memperhatikan kondisi daerah dan keinginan kepala daerah akan menyebabkan gesekan dan ketidakpercayaan masyarakat bersama pemimpin daerah kepada pemerintah pusat.

“Begini-begini ini yang membuat masyarakat Papua tidak percaya sama Pemerintah Pusat. Jangan pancing mahasiswa dan masyarakat untuk turun jalan atau demo tentang mosi tidak percaya,” katanya.

Tokoh pemuda Provinsi Papua, Maikel Kogoya mengatakan masyarakat menjadi bingung dengan keputusan yang diambil oleh Presiden karena jabatan Sekda Papua merupakan jabatan profesionalisme sesuai karir. Namum, terkesan ada intervensi politik sehingga akan membuat kepercayaan masyarakat Papua terhadap pusat makin menurun.

“Orang yang punya nilai tinggi ada, tetapi yang ditunjuk orang yang nilainya di bawah ini orang awampun akan menilai bahwa ada intervensi politik, lihat semua yang terlibat hari ini dalam calon Sekda adalah anak-anak Papua. Dan jika ada kecurigaan bisa cek trek rekor mereka dan menanyakan langsung, nilai tertinggi nomor satu adalah Doren Wakerkwa. Dan yang kedua Wasuok Demian Siep dikemanakan. Dan langsung lompat ke urutan ketiga yang nilai uji kelayakan sangat jauh atau rendah,” katanya.

Keputusan Presiden yang sedang viral di sosial media [sosmed] ini tentunya sudah tidak sesuai dengan grand design reformasi birokrasi yang dipertajam dengan rencana aksi sembilan program percepatan reformasi birokrasi, salah satu di antaranya res terbuka sebagai sistem promosi PNS.

“Sebaiknya Gubernur Papua tidak melantik  orang sembarang-sembarang dan meminta Presiden Jokowi meninjau ulang SK Sekertaris Daerah tersebut dan membatalkannya karena sudah tidak sesuai dengan hasil dari tes lelang jabatan,” ucapnya. [*]

Reporter: Enaakidabii Carvalho
Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *