Peran Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda

  • Bagikan

Oleh: Andy Mogopiya

NASKAH ini bagi saya menjadi rujukan amat penting dalam kerangka mendeskripsikan pentingnya pendidikan politik yang amat memang urgen diberikan kepada generasi muda masa kini agar kemudian menjadi melek politik dan memiliki kapabilitas berpolitik yang santun tanpa menjatuhkan lawan politiknya, Maju tanpa menyingkirkan, naik tinggi tanpa menjatuhkan dan jadilah baik tanpa menjelekkan dan benar tanpa menyalahkan.

Sejalan dengan maksud itu juga hendak mengambarkan dan atau mendiskripsikan upaya para tokoh partai politik dalam menyampaikan pesan pendidikan politik bagi generasi muda kontemporer agar melek tentang politik dan berpolitik, hingga kemudian para generasi muda memiliki kapasitas yang tangguh untuk menanggapi dan merefleksikan urgensinya pendidikan politik pada tataran implentatifnya, agar para generasi muda mengerti benar tentang esensi politik dan berpolitik praktis yang santun dan bermartabat sebagaimana mestinya.

Lantaran relevan dengan pokok pikir ini yang bertautan dengan adagium klasik yang masih segar dalam ingatan kita bahwasannya “daun kering jatuh tak jauh dari pohonnya”. Itu artinya bahwasannya kedalaman cara pandang tentang praksis hidup dalam konteks politik amat memang memiliki pengaruh yang positif konstruktif. Dalam pemahaman ini hendak menunjukkan bahwa peranan para tokoh partai politik dan praktisi politik menduduki peran yang amat determinan strategis agar generasi muda mendapat wawasan dan cara pandang mengenai dunia politik melalui pendidikan politik serta generasi muda melek politik dan sadar akan kewajibannya sebagai warga bangsa untuk ikut berperan aktif.

Bagi generasi muda Pendidikan Politik menjadi Kebutuhan primer agar memiliki cara pandang yang luas dan jauh, kedalaman wawasan tentang tokoh partai politik terus menghimbau generasi muda untuk mengikuti sosialisasi politik yang di berikan oleh tokoh partai politik di masa kini.

Rasionalisasi Isu Aktual

Berdasarkan pengamatan yang ada, Partai Politik “ bagaikan jamur di musim penghujan.” Dalam pemahaman ini bahwasannya muncul hanya seketika pada saat Pesta Demokrasi dalam bentuk pemilu, Pilpres, Pilgub dan Pilbup dan atau pilwalkot, tak pernah terlihat aktifitas politik sebagai sebuah organisasi social politik yang memiliki tanggungjawab yang amat penting dalam kerangka manifestasi kebijakan politik yang telah tertuang dalam visi dan misi serta program kerja dari Partai Politik masing-masing.

Termasuk salah satu faktor penting yang juga merupakan daya gerak bagi Partai politik untuk membangun sosialisasi eksistensi sebauh organisasi politik di daerah. Tetapi kemudian konsekuensi logisnya adalah dijumpai generasi muda atau pemuda masih enggan berpartisipasi secara aktif dalam berbagai aktifitas yang dilaksanakan oleh sejumlah lembaga dan atau Partai politik maupun organisasi social lainnya. tidak hendak menampilkan keberadaannya sebagai sebuah lembaga pembentukan wawasan dan nalar berpolitik bagi generasi muda masa kini sebagai generasi penerus tonggak estafet pembangunan politik secara nasional, regional dan lokal, oleh karena itu pendidikan dan pengetahuan politik bagi generasi muda menjadi dangkal bahkan ada paham lain bahwa tak mau ambil pusing dengan aktifitas social politik lainnya.

Akhirnya para generasi muda memilih golput pada ivent-ivent pesta demokrasi tertentu di negeri ini bahkan tidak sedikit juga yang beranggapan bahwa tokoh yang mereka pilih dalam pemilihan tersebut akan buruk kinerjanya. Karena banyaknya spekulasi negatif di benak para generasi muda itulah yang membuat mereka enggan ikut berkecimpung dalam jalannya politik di kalangan generasi muda.
Kondisi obyektif yang lain memperlihatkan bahwa akibat Generasi Muda masa kini menjadi obyek para tokoh politik dan juga oleh para politisi sehingga membentuk Generasi yang kurang berpengalaman bahkan apatis dengan paham tentang politik maupun wawasan tentang pendidikan politik juga menjadi faktor pemicu generasi muda menjadi pasif dalam berpartisipasi aktif dalam politik maupun kegiatan berpolitik. Bahkan juga kurang terdidiknya warga negara secara politik, sehingga telah menyebabkan mereka cenderung pasif dan mudah dimobilisasi untuk kepentingan pribadi/jabatan dari para elite politik.

Selebihnya mereka juga tidak bisa ikut mempengaruhi secara signifikan proses pengambilan keputusan yang berkaitan erat dengan kehidupan mereka. Sudah menjadi rahasia umum bahwa proses demokratisasi yang sehat mensyaratkan adanya partisipasi politik yang otonom dari warga Negara temasuk para generasi muda yang sesungguhnya adalah garda terdepan dalam menanamkan patriotisme dan nasionalisme dalam multi sektor terutama dalam pada rana partisipasi politik dalam kerangka acuan membangun politik praktis yang memiliki kemampuan berpikir universalitas yang otonom dan mandiri.

Partisipasi politik yang otonom ini, hanya dapat dimungkinkan jika warga negara cukup terdidik secara politik dengan memberi bekal pendidikan politik yang santun dan berwibawa.

Partai Politik

Partai politik menjadi lokomotif yang handal sekaligus mempunyai peran amat strategis dan determinan dalam pelaksanaan pendidikan politik dan berkewajiban dalam pelaksanaan pendidikan politik sebagaimana yang termaktub dalam pada amanat Undang-Undang Nomor 2 tahun 2011 dalam pasal 31 ayat 1 sebagai berikut: partai politik melakukan pendidikan politik bagi masyarakat sesuai dengan ruang lingkup tanggung jawabnya dengan mempertahankan keadilan dan kesetaraan gender dengan tujuan antara lain:

a. meningkatkan kesadaran hak dan kewajiban masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;
b. meningkatkan partisipasi politik dan inisiatif masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara; dan
c. meningkatkan kemandirian, kedewasaan dan membangun karakter bangsa dalam rangka memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

Pendidikan politik sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilaksanakan untuk membangun etika dan budaya politik sesuai dengan falsafah bangsa. Tokoh partai politik adalah yang bertugas memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Tokoh partai politik tidak hanya memperhatikan masyarakat di saat kampanye atau menjelang pesta demokrasi, setelah itu dilupakan dan dibubarkan tanpa ada yang namanya proses evaluasi dan kemudian difollow-up secara sustainable. Tetapi kemudian kegiatan pendidikan politik ini juga harus berlangsung secara terus-menerus, Tetapi kenyataannya, partai politik justru memberikan contoh yang buruk. Harusnya partai politik menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara masayarakat dan elite politik dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa.

Pendidikan Politik

Pendidikan politik adalah proses pembelajaran dan pemahaman tentang hak, kewajiban, dan tanggung jawab setiap warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika dikaitkan dengan partai politik, pendidikan politik bisa diartikan sebagai usaha sadar dan tersistematis dalam mentransformasikan segala sesuatu yang berkenaan dengan perjuangan partai politik tersebut kepada massanya agar mereka sadar akan peran dan fungsi, serta hak dan kewajibannya sebagai manusia atau warga negara.

Dalam perspektif pembinaan generasi muda di dalam kehidupan politik diperlukan proses pendidikan politik yang terencana sehingga partai politik dapat menghasilkan politisi- politisi masa depan yang lebih berkualitas. Dengan kata lain tujuan pendidikan politik yang dilaksanakan dapat ditinjau dari beberapa aspek.

Pertama, aspek kognitif untuk membangun pengetahuan warga negara (masyarakat sipil) tentang konsep- konsep dasar politik dan pemerintahan. Kedua, aspek afektif untuk membentuk karakter warga negara (masyarakat sipil) yang berpihak kepada demokratisasi dan jati dirinya sebagai pemegang kedaulatan rakyat. Ketiga, aspek psikomotorik untuk membangun kecakapan intelektual dan moral dalam mewujudkan masyarakat khusunya generasi muda yang demokratis.

Untuk meningkatkan partisipasi generasi muda secara kuantitas maupun kualitas diperlukan proses pendidikan politik secara terus menerus dan komprehensif. Hal ini sesuai dengan tujuan dari pendidikan politik untuk membentuk sikap yang mendukung sistem politik serta menyadarkan individu akan perannya sebagai partisipan politik. Maka dari itu materi-materi yang berisi pengenalan partai kepada generasi muda mutlak diperlukan mengingat salah satu tujuan partai politik melakukan pendidikan politik kepada generasi muda adalah memberikan wawasan tentang partai, visi, misi, idiologi perjuangan, dan program partai sehingga generasi muda memahami apa yang diperjuangkan suatu partai, mengapa mereka memilih partai tersebut, nilai-nilai apa saja yang akan dibawa oleh tokoh partai tersebut ketika kelak mereka duduk di lembaga legislatif.

Undang-undang No. 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik pada BAB XIII pasal 31 ayat (1) tentang pendidikan politik, menjelaskan bahwa partai politik melakukan pendidikan politik bagi masyarakat sesuai dengan ruang lingkup tanggung jawabnya dengan memperhatikan keadilan dan kesetaraan. Di negeri ini, fungsi-fungsi parpol diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 2002 tentang partai politik secara jelas Undang-Undang itu mengatakan, parpol memiliki fungsi sebagai sarana pendidikan politik bagi masyarakat, perekat persatuan dan kesatuan bangsa, penyerap, penghimpun, penyalur aspirasi masyarakat, partisipasi politik warga negara, dan rekrutmen politik dalam proses pengisian jabatan publik.

Analisis Pendidikan Politik Generasi Muda Masa Kini

Pentingnya pendidikan politik diberikan kepada generasi muda oleh tokoh partai politik dan atau pimpinan partai politik lantaran itu sesungguhnya mendesain model pendidikan dan pelatihan secara transparan dan berkelanjutan agar masyarakat di masa kini lebih melek atau paham mengenai politik dan berpolitik yang santun, bermartabat dan berwibawa sebab itu tokoh partai politik dan atau pimpinan Partai politik mengadakan Pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda dalam kerangka membentuk dan memperluas wawasan kebangsaan yang mumpuni.

Tokoh partai dan para politisi mustinya memberikan dan juga menanamkan pemahaman tentang politik melalui pendidikan politik agar generasi muda sadar akan kewajibannya sebagai warga negara sejak dini. Dengan sebuah argumentasi yang konstruktif agar memperluas wawasan generasi muda dalam hal politik agar mampu berpartisipasi dalam seluruh dinamika politik yang terjadi dalam pada setiap pesta demokrasi maka tokoh partai politik memberikan pendidikan politik di masa kini secara transparan dan akuntabel.

Seperti yang dijelaskan oleh John Coleman, Katie Player dan Debi Roker .(1999) mendeskripsikan bahwa “Kegiatan kampanye secara suka rela bagi generasi muda sebagai sumber pendidikan politik” yakni meng ekplorasi cara-cara dimana partisipasi suka rela dan dalam kampanye dapat mempromosikan pengembangan pengetahuan politik, kesadaran dan pemahaman anak-anak muda hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Partai Politik mempengaruhi perkembangan politik kaum muda agar mempunyai kemanpuan khusus dalam mengembangkan pemahaman tentang kebutuhan kelompok yang berbeda dalam masyarakat sense of bilongging terhadaop pengaruh peristiwa politik dan sosial, tumbuh rasa perbedaan politik partai dan niat bersuara, mampu merefleksi pada struktur sosial dan proses, dan memperoleh ketrampilan yang berguna dalam kampanye politik.
Upaya para pemimpin partai politik dalam menyampaikan pendidikan politik bagi generasi muda masa kini amatlah penting mengupayakan berbagai macam cara untuk mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk mengikuti sosialisasi pendidikan politik. Tidak bosan-bosannya para tokoh partai politik untuk menghimbau kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk mengikuti sosialisasi mengenai pendidikan politik yang dilaksanakan oleh tokoh partai politik. Sebagai misal para tokoh partai politik mengajak generasi muda mengikuti kampanye yang di lakukan pada saat menjelang ajang pesta demokrasi dilaksanakan dan tokoh partai politik juga menempatkan pemuda sebagai garda terdepan dalam penyelenggaraan Pesta demokrasi tertentu.

Contoh study kasus dalam Dihlis Podepai (2015) mengenai peran partai politik dalam menerapkan pendidikan politik terhadap pengurus dan kader partai, yang menunjukkan bahwa sesungguhnya pelaksanaan pendidikan politik terhadap pengurus dan kader partai Politik dalam kerangka Pendidikan politik hendaknya dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan pokok yaitu pendekatan pembinaan dan pendekatan pengembangan dengan metode ceramah, diskusi, praktek (kampanye), mandiri (orasi politik), studi kasus, panel, dan demonstrasi. Dengan menggunakan teori belajar Andragogi dalam menumbuhkan sikap kesadaran kader dalam berpolitik dan berkontribusi dalam masyarakat, materi pendidikan politik yang diberikan meliputi civic education, etika politik, partisipasi politik, dampak buruk dari golput dan money politik beserta hambatan-hambatan yang dihadapinya. Hambatan yang dialami dapat dipersepsi tentang bentuk pendidikan dan pelatihan politik perlu dan patut diperluas teristimewa pada tataran Pelaksanaan pendidikan politik yang hanya dapat dilakukan melalui bentuk formal tetapi juga dalam bentuk non formal.

Bangunan Pendidikan Politik bagi Generasi muda milenial menjadi momentum yang amat urgensif dalam ihtiar menarik simpati dan memperoleh Tanggapan positif konstruktif dari generasi muda atas pelaksanaan pendidikan politik yang diberikan oleh tokoh dan atau praktisi partai politik. Berbagai model dan metodologi yang didesain dalam upaya pendidikan politik bagi generasi muda akan berdampak positif atas impak yang diperoleh Generasi Muda masa kini. Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda oleh Partai Politik amat memang penting dilakukan agar Generasi Muda pada umumnya maupun kader Partai politik mampu memanifestasikan dengan literasi politik yang baik dan benar, berpikir kritis, dan bertanggungjawab dalam peran-peran politiknya. Pendidikan politik perlu diberikan kepada generasi muda di era digital kekinian dalam upaya memperluas wawasan tentang pendidikan politik dan kesadaran untuk membentuk dan berpartisipasi politik secara aktif. Semoga!

*] Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial Politik di Daerah Papua

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *