PON XX, Tak Ada Untung Bagi OAP 

Oleh: Hendrikus Gobai

KEMARIN lalu telah diresmikan stadion Lukas Enembe demi kepentingan PON XX yang sedianya akan dilangsungkan pada tahun 2021.

Dalam penjelasan saya baca di portal berita online suarapapua.com dan dengan judul bahwa “PON XX dan manfaat ekonomi terhadap orang asli Papua”.

Berarti, kaget hanya sementara karena berpunya kepentingan pengusaha pribadi internal sehingga di sebut dan perediksi saja merupakan PON XX adalah salah satu sumber mempengaruhi membangun Papua damai baik itu melaui SDM & SMA, dan untuk olahraga yang membuat menyemagatkan setiap orang dalam kemajuan dan kepentingan apapun agar memenuhi kehidupan yang makna dan yang berartinya.

Untuk membangun kedua elemen tersebut ini, bukannya saja harus melalui PON XX tahun 2021, melainkan bisa juga melalui bersatu antara petinggi-pentinggi pengusaha dan masyarakat di Tanah Papua sebagaiman yang mana aspek harus mentrasformasi supaya membangun Papua damai di pandangan hidup maupun terhadap orang asli Papua itu sendiri.

Orang asli Papua jangan sendiri menjadi sebagai proganda kemajuan dibawah naungan sistem halus oleh politik kapitalisme yang mempermaikan harapan rakyatnya sendiri tanpa realitas yang sebenarnya.
Masyarakat akan menghadapi kehidupan seperti apa di balik PON XX tahun 2021? Mungkinya salah satu sistim untuk kegagalan dalam kebiasaan unsur mata pencahariannya oleh setiap bermasyarakat, sebab PON XX bukan salah satu sistim kebaikan aspek kehidupan oleh bermasyarakat di Papua.

Namun, diresmikan dengan berdasarkan kepentingan yang membuat masyarakat tersiksa seperti yang sedang terjadi dan tanpa belum respon atas kehidupan masyarat yang selalu hidup dalam dunia terluka, hingga kini dan kapanpun.

Pengaruhnya PON XX Tahun 2021 memusnahkan segala etnis dan jati diri OAP

Pengaruhnya PON XX tahun 2021 adalah terpengaruh yang sangat kejam memusnakan lazim kebiasaan budaya Orang asli Papua, itu bukan solusi bangkit Papua damai, tapi adalah hanya sebuah ilusi yang akan semakin terpunahkan lagi adat istidat kita dan terpengaruhi dengan bukan dari adat istiadat kita oleh budaya luar Papua.

PON XX bukan solusi bagi orang asli Papua dan bukan juga untuk bangkit papua mensejahterakan. Bangkit Papua damai melalui PON XX, dalam hal apa? Sistem kepentingan yang tidak rasional terhadap orang asli Papua. Pola pikir seorang berkepentingan yang mempermaikan perasaan dan harapan yang dinginkan oleh orang asli Papua untuk menentukan hak dan kebenaran menjadi hidup tersendiri dengan penuh harapan dan sesungguhnya serta akan bermakmur diatas tanah yang kaya dan raya yaitu surga kecil jatuh ke bumi ialah di Tanah Papua.

Jangan berdaskan pula dengan bentuk sifat stigma dunia supaya mempropogandakan yang tidak jelas dan tanpa data empis hakikat dasar hidup yang sedang terjadi di Papua dalam situasi tertindas.

Jangan pula mendefinisakan pon xx tahun 2021 sebagai dasar aspek hidup oleh orang asli Papua dengan hal manis manfaatkan ekonomi terhadap rakayat. Karena tujuh unsur budaya yang sebenarnya dan yang aspek dasar hidup pula memang sangat punah karena dengan adanya seseorang tingginya berkepentingan memenuhi kehidupan hanya pribadi.

Orang asli Papua itu bukan dari orang jawa, jika sadar bahwa orang asli papua sebagai salah satu jati diri yang tuhan diciptakan untuk hidup di bumi tengah-tengah alam dan kekayaan memenuhi setiap kehidupan kita. Dengan artinya bahwa, jaga jati diri kita orang asli Papua itu perlu bukan tahu jaga jati diri yang bukan dari kita.

Menjadi kesimpulan bahwa PON XX tahun 2021 merupakan untuk memusnahkan segala pelbagai budaya dan jati-diri kita yang masih ada dan mempengaruhi pemikiran orang asli papua berfikir bukan jati diriku yang sebenarnya dari leluhur hingga kini dan kelak. Sehingga, kami tolak untuk mempropogandakan PON XX Tahun 2021 untuk memanfaatkan ekonomi terhadap orang asli Papua. [*]

*] Penulis adalah mahasiswa FISIP Uncen Jayapura

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares