Danau Tigi Meluap, Warga Tak Bisa Beraktivitas Lagi

Nabire, [WAGADEI] – Sejak terjadinya luapan air danau Tigi pada awal bulan Agustus 2020, tak berhenti-henti malah semakin bertambah volume airnya dan lebih menakutkan lagi pada malam hari apabila hujan deras pasalnya air cepat naik.

Salah satu pemuda kampung Onago, Frans Giyai kepada media, Kamis [22/10/2020] mengatakan, air telah makan badan jalan lingkar danau Tigi membuat aktivitas warga macet. Bahkan jalan raya yang menghubungkan Nabire – Intan Jaya juga sebagai tergenang air seperti di kampung Yagu. Begitupun kendaraan roda dua maupun empat tidak bisa operasi seputar danau Tigi.

“Air danau ini sudah terendam rumah, ternak, sayur mayur, serta harta benda lainnya. Tapi pemerintah masih diam membisu,” ujarnya.

Daerah yang penuh sasaran kata dia, yakni Puduu, Puuyai, Yagu, Gakokebo, Dedoutei, Aiyaatei, Diyai, Onaago, Kogemani dan Okomo sebab daerah ini terletak di tanah rendah.

“Saat ini, Dedoutei sudah korban harta benda milik warga,” ujarnya.

“Musibah ini tak kunjung datang maka saya tidak bisa dikategorikan penyebabnya. Karena luapan air seperti begini kami baru alami, biasanya air tidak sampai rumah warga dan tidak sampai jalan besar,” kata dia.

Warga beberapa tempat benar-benar macet aktivitas dan warga yang terkena musibah tersebut sedang mengungsi ke keluarga terdekat. Bahkan ada yang lari ke daerah tinggi dan bertahan disana.

“Oleh karena itu, saya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai sebagai orang tua harus buka mata untuk melihat apa yang terjadi sekitar masyarakat. Kasihan, beberapa hari kedepan warga akan mati kelaparan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemda wajib melindungi dan selamatkan rakyat yang melanda musibah ini. [*]

Reporter :Norbertus Douw
Editor : Uka Daida

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares