Sopir Mobil Avanza dan Pemilik Miras Wajib Perbaiki Bus Damri

Jayapura, [WAGADEI] – Bus Damri yang selama ini melayani masyarakat Meepago dengan rute Nabire, Dogiyai, Deiyai dan Paniai akhirnya ditabrak oleh mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi PA 36 BM di jalan trans Papua persis di kilo meter 86 distrik Siriwo, Kabupaten Nabire.

John NR Gobai, Ketua Dewan Adat Daerah [DAD] Paniai kepada wagadei.com mengatakan, ketika itu, bis dari arah Paniai sedangkan mobil Toyota Avanza dari arah Nabire. Didapati ada minuman keras [miras] berkartong-kartong dalam mobil Avanza tersebut. Diduga miras tersebut milik pencarter mobil yang hendak didagangkan di Kabupaten Dogiyai.

“Akibat kejadian itu, bus damri tak bisa lagi mengangkut penumpang seperti biasa, hingga terduduk di halaman kantor Damri Nabire. Tidak bisa lagi layani masyarakat Meepago,” ujar John NR Gobai Kamis, (22/10/2020) dibalik selulernya.

Pasalnya, kata Gobai bus tersebut diperjuangkan oleh dirinya selama bertahun-tahun lamanya, sehingga ia meminta kepada sopir mobil Avanza dan orang yang mencarter harus bertanggung jawab terhadap bus tersebut.

“Bis Damri trayek Paniai ke Nabire ditabrak sebuah mobil Avanza dengan nomor polisi PA 36 BM berwarna putih beberapa waktu lalu. Nah, di dalam mobil itu ada miras yang mau dibawa ke Dogiyai, kita punya bukti foto ada,” ujarnya.

Menurut dia, selain sopir yang diduga anggota Brimob Polda Papua yang bertugas di Polsek Kamuu, Dogiyai juga ada seorang wanita yang ikut numpang dalam mobil yang notabene pemilik miras yang hendak didagangkan.

“Ada miras dalam mobil Avanza. Saat kejadian di TKP yang mau dibawa ke Dogiyai bersama dalam mobil seorang ladies atau pelayan tempat hiburan malam Dogiyai kebetulan si sopir pacaran juga dengan perempuan itu,” ungkapnya.

Ia meminta kepada bpemilik mobil dan Plpemilik minuman segera memperbaiki bus Damri yang rusak. “Karena yang awal menabrak adalah Avanza,” katanya.

“Jangan karena pemiliknya diduga adalah oknum anggota Brimob lalu mau menekan pihak Damri, mestinya introspeksi diri dan oknum anggota Brimob yang diduga mempunyai mobil Avanza minta pemilik miras ikut tanggungjawab,” katanya tegas.

Warga Paniai Lukas Pigai dilansir Jubi.co.id mengaku keberadaan Damri sebagai angkutan perintis sangat membantu masyarakat saat bepergian ke Nabire. Ongkos mereka juga relatif murah ketimbang angkutan lain.

“Saat ini saya turun (pergi) ke Nabire menumpang mobil lintas (travel). Tarifnya Rp400 ribu (sekali jalan setiap orang), sedangkan Damri hanya Rp159 ribu,” kata Pigai.

Kepala cabang Damri Nabire, Pitter J Walli mengatakan, sebanyak dua dari 13 moda angkutan perintis kondisinya rusak berat di Nabire. Kecelakaan lalu lintas membuat bagian mesin dan badan bus ringsek.

“Kecelakaan terjadi di Kilometer 86 jalur Nabire-Paniai, dan Nabire- Topo. Di jalur Nabire-Paniai, bus bertabrakan dengan avanza, Rabu (pekan lalu). Di Nabire-Topo, bus bertabrakan dengan inova, Senin” kata Kepala Damri Cabang Nabire Peiter J Walli, Rabu (21/10/2020).

Menurut Walli, penanganan kecelakaan di Topo telah dianggap selesai. Kedua belah pihak bersepakat memperbaiki sendiri kendaraan masing-masing. [*]

Reporter: Abeth A. You

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares