Wabup Deiyai minta seluruh komponen lawan penyakit sosial

 

Deiyai, [WAGADEI] – Untuk menerangi penyakit sosial yang kian hari semakin bertambah besar terutama di kalangan remaja, maka diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif terhadap kaum muda oleh semua komponen entah masyarakat, adat, agama, aparat keamanan dan pemerintah sebagai ayah dalam pengambilan keputusan.

Hal itu dikatakan Wakil Bupati [Wabup] Kabupaten Deiyai, Hengky Pigai mengajak semua masyarakat dari berbagai komponen di daerah yang dipimpinnya harus bersatu untuk melawan semua penyakit sosial yang sedang bmenghancurkan generasi emas di tanah Papua, khusunya di Kabupaten Deiyai.

“Kini sudah saatnya semua komponen masyarakat di tanah Papua, khususnya di Kabupaten Deiyai harus bersatu bangkit melawan penyakit sosial yang semakin mengancam masa depan generasi emas di Papua,” ungkap Hengky Pigai di kampung Widuwakiya saat menghadiri acara HUT Injil masuk ke 64, Jumat, [16/10/2020].

Penyakit sosial yang dimaksud, kata Pigai diantaranya toto gelap [togel] penciuman lem aibon atau fox, tidak menetap di rumah, sabung ayam, judi, permainan rolex dan gantung hidup kepada orang lain tanpa melakukan apapun.

“Masyarakat, gereja dan lembaga adat yang ada bersama pemerintah, saya ajak mari kita sama-sama memulai hari ini demi harga diri kita yang lebih baik,” katanya.

Dengan bersatu ia mengaku, semua pihak akan mampu melawan apapun yang mengancam hidup orang Meepago, khususnya di Deiyai. “Siapapun akan gentar dengan persatuan semua komponen masyarakat, tidak ada kekuatan lain selain kita bersatu melawan penyakit sosial yang sedang membunuh,” katanya.

Wakil Bupati Deiyai pun mengajak supaya Gereja- gereja harus kuat untuk kebelajutan hidup masyarakat dalam Iman Gereja kepada Kristus Tuhan yang kekal. Ia mengatakan gereja harus menyelamatkan generasi emas supaya kedepan gereja tidak krisis sumber daya manusia [SDM].

Ia mengajak kepada denominasi gereja di Deiyai harus kuat untuk keberlanjutan hidup masyarakat dalam iman kristen kepada Tuhan yang kekal.

“Hari ini kita harus menyelamatkan generasi emas, jangan kita diam. Mari kita memulai lebih dulu dari organisasi yang terkecil yaitu keluarga, kembali ke rumah mendidik anak-anak agar kedepan semua sisi tidak krisis sumber daya manusia,” katanya. [*]

Reporter: Nomen Douw
Editor: Uka Daida

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares