Bupati Deiyai resmi copot jabatan Kepala BKD, ini alasannya

Deiyai, [WAGADEI] – Akibat tak pernah ada kordinasi kerja antara atasan dan bawahan, Bupati Deiyai Ateng Edowai telah mencopot jabatan Kepala Badan Pengembangan Kepegawaian dan Sumberdaya Manusia [BKPSDM] setempat, Melianus Tenouye dan diberikan nota tugas kepada Sekretaris BKD.

“Saya sudah copot Kepala BKD, saudara Melianus Tenouye dan saya berikan nota tugas kepada Melianus Giyai yang selama ini kerja sebagai sekretaris di kantor BKD,” kata Bupati Ateng Edowai kepada wagadei.com, Selasa, (6/10/2020).

Bupati Edowai mengatakan, dicopotnya jabatan lantaran dalam kinerja sebagai bawahan tak pernah ada kordinasi kerja dalam proses pembangunan guna menyukseskan visi dan misi Bupati Ateng Edowai – Wakilnya Hengky Pigai terutama pada pengangkatan CPNS formasi 2019.

“Juga selama ini yang bersangkutan tidak pernah masuk kantor, ini ada dalam saya punya rapor,” ucapnya.

“Saya memiliki rapor pribadi guna menilai kinerja semua Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai selama setahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, Hengky Pigai. Jadi kalau saya copot Kepala BKD itu karena tak pernah ada kordinasi kerja selama ini,” ungkap Edowai.

Ia menambahkan, informasi pergantian pejabat tersebut dirinya telah umumkan pada saat sidang paripurna DPRD Deiyai tentang LKPJ Bupati tahun anggaran 2019.

“Saya sudah kasih pengumuman waktu sidang LKPJ kemarin, Selasa, (6/10/2020) jadi semua orang tahu tentang hal itu,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Deiyai, Yan Giyai mengatakan, ganti pejabat daerah merupakan hak progresif dari pimpinan daerah.

“Itu hak penuh ada di tangan seorang Bupati, tergantung pimpinan mau berikan kepercayaan kepada siapa saja. Maka jika masih ada kesempatan wajib menunaikan tugas sebagai ASN,” kata Giyai.

Ia berharap, pelaksana tugas kepala BKD yang baru agar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan hidup pencari kerja.

“Itu untuk masyarakat kita tercinta. Sumber daya manusia jauh lebih penting daripada yang lainnya,” ucapnya. [*]

Reporter: Abeth A. You

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares