Foto penolakan Otsus Jilid II di Nabire

Nabire, [WAGADEI] – Kordinator umum, Adhen Dimi membacakan pernyataan sikap politik atas nama rakyat Papua di Nabire.

 

Berikut pernyataan sikapnya;

1. Kami menolak dengan tegas perpanjangan pemberlakuan Otonomi Khusus Jilid II dalam bentuk dan nama apapun di teritori West Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat).

2. Menolak segala bentuk kompromi sepihak serta agenda-agenda pembahasan dan keputusan yang tidak melibatkan rakyat Papua selaku subjek dan objek seluruh persoalan di Papua.

3. Segera kembalikan kepada rakyat Papua untuk memilih dan menentukan nasibnya sendiri; apakah menerima Otsus atau merdeka sebagai sebuah negara.

4. Kami mendukung suara 1,8 juta rakyat Papua yang telah menandatangani petisi pada tahun 2017 yang meminta supervisi internasional dalam penentuan nasib sendiri melalui referendum.

5. Mengutuk dan bubarkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dibentuk oleh gubernur dan Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk loloskan Otsus Plus.

6. Tarik Militer dan Hentikan Penyisiran Intan Jaya, Nduga, Yahukimo, Oksibil dan Timika serta seluruh Tanah Papua.

7. Mengutuk dengan tegas penembakan yang dilakukan oleh TNI terhadap Pendeta Yermias Zanambani pada 19 September 2020 di Intan Jaya dan Pendeta Gemin Nirigi pada 19 Desember 2018 di Nduga.

8. Menolak Pilkada di Nabire dan menghimbau kepada seluruh rakyat untuk golput.

9. Bila petisi ini tidak ditanggapi maka kami akan melakukan Mogok Sipil Nasional secara damai di seluruh wilayah West Papua. [*]

Reporter: Philemon Keiya
Editor: Uka Daida

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares