Media Massa milik Indonesia, sumber Hoax tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani

  • Bagikan

Oleh: Maiton Gurik

PADA Sabtu, 19 September 2020, di Intan Jaya Papua ketika mendengar tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani berbagai media massa tingkat nasional maupun lokal ramai membuat berita dengan gaya dan tradisi masing-masing. Di media sosial (medsos) juga ikut ramai dibahas. Ada media yang bilang Pdt. Yeremia Zanambani ditembak mati oleh KKB dan ada media lain yang bilang Pdt.Yeremia Zanambani ditembak mati oleh TNI. Akhirnya menjadi paradoks dan perdebatan cukup panjang diberbagai media nasional maupun lokal juga medsos.

Berikut beberapa sumber media nasioanal maupun lokal yang penulis rampung sebagai sampel dari berbagai media yang menyebarkan informasi hoax (bohong) atas tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani tanpa mencari tahu kebenarannya. Kompas; “Seorang Pendeta Tewas Ditembak KKB di Intan Jaya, Papua” (baca: kompas.com/20/09/2020, 14:05 Wib). Serambinews; “Kembali Berulah, KKB Tembak Seorang Pendeta di Intan Jaya Papua” (baca: serambinews.com/20/09/2020,15:30). Okezone; “Pendeta Tewas Ditembak KKB di Intan Jaya Papua” (baca: news.okezone.com/20/09/2020; 19:16 Wib). Reportasepapua; “TNI Sebut Seorang Pendeta Tewas Ditembak Kelompok Separatis di Intan Jaya Papua” (baca: reportasepapua.com/20/09/2020).

Dari pemberitaan informasi hoax (bohong) diatas dipertanyakan oleh tokoh masyarakat, Natalius Pigai; “KOMPAS sdh jd Abal2, Pembong, Penjilat. Jk bc berita ini: 1. Tdk ada cover both side. 2. Tidak ada 5W1H. 3. Tdk ada kronologis. 4. Tdk ada wartawan dilapangan. Kalah dgn jubi Papua”. Sy pintar krn 7 thn tdk bc Kompas” (sumber bacaan: twitter resmi, Natalius Pigai; 21/09/20;14:12). Diminta dan dipertegas oleh Mantan Wartawan Kompas, Thomas Syufi; “Diminta Kompas segera minta maaf kepada rakyat Papua atas berita “bohong” yang dinaikkan Kompas yang tanpa ada dilapangan melakukan investigasi bahwa Seorang Pendeta di Papua Mati Ditembak KKB/ KKSB” (Sumber Bacaan: Facebook Resmi, Thomas Syufi, Mantan Wartawan Kompas; 21/09/2020;18:20). Kemudian dibeberkan oleh Komnas HAM Papua, Frits Ramandey; “Di Antara Kelompok Kolonial Dan Milenial Papua. Kekerasan di Papua masif korban berjatuhan dua kelompok ini saling beradu kalimat tak ada satu yang bisa menenangkan tapi justru memanfatkan!! (Sumber Bacaan: Facebook Resmi, Frits Ramandey; Komnas Papua; 21/09/2020;21;30).

Semua berita dan komentar diatas disimpulkan dan disempurnakan oleh; Dr. Socratez Sofyan Yoman, dalam Press Release yang berjudul; “TNI MENEMBAK MATI 3 (TIGA) PENDETA DI PAPUA SEJAK 2004-2020 (PDT. YEREMIA ZANAMBANI, PDT. GEYIMIN NIRIGI, PDT. ELISA TABUNI); “Saya, Dr. Socratez S.Yoman selaku Presiden Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua (BPP-PGBWP) mengencam dan mengutuk keras atas penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua yang ditembak mati oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Sabtu, 19 September 2020. Pendeta Yeremia tewas ditembak Pasukan TNI dalam operasi militer pada saat Pendeta Yeremia ke kandang babi miliknya untuk memberi makanan. Pendeta Yeremia adalah Ketua Sekolah Teologia Atas (STA) di Hitadipa dan gembala jemaat Imanuel Hutadipa dari Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Hitadipa wilayah Papua 3, Penterjemah Alkitab bahasa Moni dan tokoh gereja dan juga pemuka masyarakat suku Moni. (Sumber Bacaan; Facebook Resmi, Socratez Yoman; 21/09/2020;18:07).

*] Penulis adalah tokoh pemuda Papua asal Lapago

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *