Indonesia dalam kehidupan orang asli Papua

 

Oleh: An Ap Giru Lek

Prolog

PARA pembaca yang mulia penulis ingin mengajak kita sekalian biar pendidikan di Papua benar-benar menjadi jawaban. Saya akan menulis sebuah artikel dengan judul: “Kurang Nampak Pendidikan Yang Diselenggarakan Bagi Kehidupan Orang Papua ”

Penulis rindu berbagi sedikit pengetahuan terkait penerapan ilmu yang diperoleh berbagai universitas dan lembaga swasta kurang bermanfaat. Eksistensi para ilmuwan, intelek dan sarjanawan kurang menonjol. Demikian akademisi, ilmuwan, serta guru-guru sebagai penyelenggara pendidikan mengajar siswa dan mahasiswa dari sudut pandang yang sangat kakuh sehingga pengajarannya lebih mengarah kepada indoktrinal atau indoktrinasi.

Akhirnya pendidikan tidak meluas implementasi ilmu yang diperoleh dari berbagai universitas bahkan swasta kurang mampu menjawab masalah realita hari ini.

Penulis putra Papua menyadari dalam hal ini sehingga bagaimana pun setiap orang yang telah memperoleh ilmu tentu menjawab kebutuhan masyarakat. Itulah sebabnya kehadiran kita menjadi perubahan terhadap Masyarakat kita, Gereja kita & untuk keluarga kita.” Kehadiran para sarjana merupakan membawa suatu dampak positif dan mengubah pola pikir, watak yang telah dikacaukan oleh budaya pendidikan asing selama ini menabur beni-beni yang tidak bagus akan dibersihkan dan dicabut agar tanaman liar tidak boleh tumbuh di West Papua.

Maka itu bagi kita putra-putri Papua yang memiliki ilmu pengetahuan yang memadai bangkit menjadi agen inovator metode pendidikan sesuai konteks dan realita di Papua. Supaya kehadiran kita membawa perubahan lilin-lilin kecil yang bersinar dan bercahaya, di dalam kehidupan masyarakat kita.” Sebab Orang Eropa, orang Amerika, orang Jakarta, tidak akan membawa membagun dan perubahan di Papua.

Kesejahteraan, kemandirian, dan kembangkitan semua di tangan kita orang asli Papua sendiri.

Hari ini, saya sebagai anak asli Papua.Tidak mau di mata saya Pemerintah Indonesia melakukan penindasan, penjajahan, perampokan diskriminasi diberbagai bidang terutama pendidikan yang diselenggarakan Indonesia kurang bermanfaat dan ketidakadilan terhadap orang asli Papua sedang merajalela di mana-mana.

Maka itu Kita harus bangkit dengan cara kami sendiri, Ilmu pengetahuan yang kita peroleh berguna untuk masyarakat kita, Gereja kita & keluarga kita.

Membangun kesadaran persoalan pendidikan yang selama ini kurang menyentuh pada sasaran yang sesungguhnya di dalam kehidupan masyarakat & gereja Tuhan. Saya sebagai generasi penerus dan agen perubahan pendidikan di Papua telah berkomitmen agar konsisten membangun pendidikan dengan cara yang wajar. Sehingga sasaran ilmunya terlihat jelas, pengajaran yang benar dan mutlak tentang nilai-nilai Kasih, kerendahan hati, kejujuran, kesetiaan dan ketaatan bersumber dari Tuhan Allah melalui Kitab Suci & nilai-nilai warisan leluhur orang Papua harus dilestarikan. kekayaan ilmu pengetahuan yang berharga dan berguna sebagai pijakkan atau dasar hidup orang asli Papua .

Tangung jawab penulis ,harus menyampaikan fakta aktual benar -benar mesti sampaikan berdasarkan bukti bukti yang ada. Dan ikuti kata Alkitab/kitab suci. Injil hadir dalam kehidupan umat Tuhan. Maka Injil itu nyata/fakta untuk membela orang-orang yang tertindas dan teraniaya.” Tuhan Yesus tidak pernah bersikap netral.! Dia datang untuk menentang kejahatan kemanusiaan dan berdiri bersama orang orang orang lemah.

Untuk itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat Papua supaya “Pemerintah Indonesia bukan wakil Allha.! mereka bukan hamba Allha, mereka bukan pilihan Tuhan,

Mereka hanyalah hamba -hamba Tuhan jika mereka benar taat kepada otoritas Kitab Suci sebagai penuntun Orang Kristen jika tidak pemerintah tidak layak dipanggil wakil Allah ataupun hamba Allah. Tentu saja oknum Si Iblis yang menyamar atas nama pemerintah membunuh umat Tuhan. Kitab Suci jelas Jangan membunuh, (Keluaran 20)Jangan mencuri, jangan melakukan kejahatan.(Surat I Korintus 3 :9.Karena kami Kawan sekerja Allah;Kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.”Tidak tahukah kamu,kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika Ada orang yang membinasakan bait Allah,maka Allah akan membinasakan dia.Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah adalah kamu. (1 korintus 3:16-17).

Padangan Teologi Negara,& Teologi Gereja, mengatakan bahwa pemerintah adalah wakil Allah di bumi,maka semua orang belahan bumi Papua harus tunduk dan taat pada atasan karena dipilih & ditetapkan oleh Allah sendiri.

Maka siapa pun melakukan perlawanan kepada wakil Allah,dia melawan ketetapan Tuhan.
Iya itu menurut saya setuju 100 ‘%. Tapi Gereja Tuhan dihancurkan dan dimusnahkan atas nama keamanan nasional dan merendahkan kehormatan martabat manusia diperlakukan tidak ada masa depan.

Apakah hal-hal di depan mata kita begini disebut wakil? Jangan salah menafsirkan Firman Allah yang hidup.

Justru anda wakil Allah atau hamba Allah, ikuti peraturan perundang-undangan dan taat pada kitab suci dan menghidupi nilai-nilai kemanusiaan, membela kehormatan manusia, menegakkan supremasi hukum keadilan, kebenaran, kejujuran dan perdamaian hak asasi manusia.

Ada tiga padangan Teologi, yaitu Teologi Negara, Teologi Gereja, dan Teologi Profektis [suara kenabian]. Ada tiga padangan Teologi lahirnya ada ketidakadilan, kejahatan, kekerasan, kekejaman penidasan, dan pembunuhan yang di lakukan negara terhadap rakyat bangsa west Papua.

Epilog

Penulis mau menyimpulkan bahwa:
Inti sari pembahasan atikel imi adalah supaya pendidikan berdasarkan sudut pandang orang Papua dan sesuai versi Papua itu sendiri. Supaya implementasi ilmu akan mendarat di dalam kehidupan masyarakat dan gereja secara nyata, jelas, terampil dan benar-benar berguna. Membawa dampak yang positif demi perubahan dan jawaban bagi masalah Papua.

Pendidikan itu kunci perubahan suatu bangsa dan pagar yang kuat sehingga harus dibangun dengan cara pandang orang Papua berdasarkan budaya Papua serta adat istiadatnya.

*] Penulis adalah mahasiswa Seminari Baptis Normshed Papua

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares