Hidup ini seperti kertas kosong dan pena

Oleh: Damoye Nor

SAHABAT, hidup ini seperti kertas kosong dan Pena. Jika Tuhan yang menuliskan kalimat per kalimat hidup kita akan menjadi sebuah cerita indah dan panjang.

Sahabat, tahukah anda bahwa setiap hari kita, kehidupan menawarkan kepada anda, halaman kosong pada buku kehidupan anda. Masa lalu sudah tertulis dengan tinta dan anda tak dapat mengubahnya. Pada halaman masa lalu itu anda dapat menemukan kembali kisah anda. Beberapa halaman mungkin memiliki warna lembut, ceria atau cerah penuh kemegahan. Namun pada halaman-halaman lain mungkin anda menemukan warna-warna yang buram, kusam, abu-abu, bahkan gelap penuh kengerian.

Kecantikan, keindahan, kegembiraan, mengingatkan anda akan masa-masa bahagia. Pada halaman yang penuh dengan kebahagiaan dan keceriaan itu mungkin anda ingin mengabadikannya atau anda ingin menyimpannya, sehingga sewaktu-waktu anda dapat mengenangnya kembali. Pada halaman yang buram, kusam dan penuh jelaga hitam mungkin anda tak ingin mengingatnya, sehingga anda merobeknya dan membuangnya jauh-jauh.

Hari ini, anda mendapatkan kesempatan untuk menulis halaman yang lain. Seseorang telah memberikan kepada anda sebuah pena, tertutup dan solid. Anda tidak dapat melihat berapa banyak tinta yang tersedia. Mungkin saja tintanya akan segera habis begitu anda mulai menulis. Tapi mungkin juga tintanya cukup banyak untuk menuliskan mahakarya yang akan menjadi sebuah legenda. Anda tidak pernah tahu sebelum menulis. Anda harus mengambil resiko.

Sebetulnya tidak ada peraturan yang mengharuskan anda untuk memulai menulis. Bahkan anda bisa saja menyimpan pena itu dalam laci, melupakan dan membiarkannya mengering. Tetapi, kalau anda memutuskan untuk menggunakannya, apa yang akan anda lakukan?

Cerita seperti apa yang akan anda tulis? Apakah anda akan mulai dengan sebuah rencana sebelum anda menulis? Apakah rencana itu begitu agungnya, sehingga anda tidak punya waktu untuk mulai menulis? Atau anda langsung saja menulis, terbawa alur dan alunan setiap kata tanpa anda dapat berpikir lagi, membiarkan kata demi kata mengalir, membawa dan mengatur anda.

Apakah anda akan menulis dengan sangat hati-hati seakan-akan tinta dalam pena itu akan habis dalam waktu yang singkat? Atau mungkin anda akan menulis seolah-olah tintanya tidak kunjung habis? Dan cerita macam apa yang akan anda tulis? Cerita tentang keputusan, kebencian, kesengsaraan, kematian dan kekosongan? Ataukah cerita tentang cinta, romantika kehidupan, kelucuan, kegembiraan, perjuangan, semangat, optimisme, harapan dan kebahagiaan? Apakah anda menulis hanya untuk kepuasan anda sendiri, kepuasan orang lain, atau untuk diri sendiri dengan cara memuaskan orang lain? Bagaimana anda akan menuliskan cerita anda?

Apakah anda akan menuliskannya dengan tangan gemetar, atau dengan kepercayaan seteguh batu karang? Bagaimana bentuk tulisan yang ingin anda hasilkan: dengan tulisan yang indah, ataukah tulisan yang biasa-biasa saja, atau bahkan anda tidak akan menulis sama sekali?

Tidak ada yang mengatakan kepada anda, anda harus menulis. Anda dapat mencorat-coret, atau menggambar. Apakah anda akan menulis dengan rapi mengikuti garis, atau anda tidak melihat adanya garis? Begitu banyak yang harus anda putuskan untuk menulis sebuah cerita.

Bagaimana anda akan menuliskan hari-hari anda? Semua itu terserah kepada anda untuk memilih warna-warni yang akan anda gunakan untuk menghiasi buku kehidupan anda. Pada saat-saat anda menghadapi kemalangan, anda dapat saja menambahkan warna kelembutan, kesucian, atau ketegaran. Yang menyatakan sekalipun dalam kesulitan, anda tuk tetap menjadikannya sebuah pengalaman yang indah.

Itu semua tergantung kepada keinginan dan sikap optimis anda untuk menghiasi halaman hari ini pada buku kehidupan anda, menjadi halaman yang dapat anda simpan sebagai kenangan sangat indah pada tahun-tahun yang akan datang.

Jangan bimbang dan ragu. Anda dapat saja berdamai dengan Tuhan dan alam di sekitar anda. Anda akan menyukai kehangatan sinar matahari yang berwarna keemasan di pagi cerah, angin sepoi yang bertiup lembut, sejuk dan segar dirasakan, cinta, dan hasrat membuncah terhadap seseorang yang sangat anda sayangi, juga banyaknya berkah melimpah yang dianugerahkan Tuhan atas terkabulnya doa-doamu.

Nikmati hari yang baru. Bukalah pintu hati anda dan siapkan gudang dalam benak anda untuk menyimpan segala yang baik dalam hidup dan kehidupan anda pada setiap detik, setiap menit, setiap jam yang anda lalui. Jalani setiap saat dalam kehidupan anda dengan senyuman, dan sikap untuk senantiasa memberikan yang terbaik. Sebaiknya tidak menyakiti hati orang lain, apalagi menghancurkan hidupnya. Taburkanlah selalu kegembiraan dan kebahagiaan. Berikan senyum anda kepada setiap orang, dan tawarkan senantiasa bantuan.

Tidak perlu merasa terlambat untuk mengubah haluan, memulai lagi sesuatu yang baru, menuliskan kembali kebahagiaan dan kedamaian pada halaman baru buku kehidupan anda.

Bersyukurlah senantiasa kepada Tuhan untuk hadiah hari ini, juga untuk kesempatan mengubah hari ini menjadi suatu halaman baru yang sangat indah dalam buku kehidupan anda. Ingatlah bahwa jika masih ada iri hati, dendam, sakit hati, kebencian, amarah dan dengki, hal itu akan membuat masalah dan kesulitan dalam hidup anda. Jiwa anda akan terluka.

Namun semuanya itu terserah kepada anda, bagaimana anda akan menghiasi lembar-lembar kehidupan anda hari ini, Jika ini merupakan hari pertama dalam kehidupan anda. Ataukah bahkan merupakan hari terakhir dalam kehidupan anda, atau hanyalah suatu hari dalam buku kehidupan anda. Pastikan bahwa nama anda tertulis dalam buku kehidupan.

*] Penulis aktif tulis opini seputar tanah Papua tentang perlakuan ketidakadilan

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares