Hagar Madai, seniwati juga pecinta SDM Meepago tutup usia

 

Nabire, [WAGADEI] – Hagar Aksamina Madai, salah satu seniwati asal Meepago yang punya suara merdu telah meninggal dunia pada 11 September 2020 pukul 15.00 WP di RSUD Jayapura karena sakit.

Kematian pemilik asrama Kasih Hagar di Kamwolker Kota Jayapura ini membuat banyak orang turut berdukacita yang paling mendalam.

Selain rekan-rekannya ikut bersedih, juga kesedihan itu dirasakan oleh oleh para siswa dan mahasiswa suku Mee yang telah dan sedang mengenyam pendidikan di Numbay.

“Hagar telah dipanggil oleh Allah Bapa di surga yang ada di tempat tersembunyi dalam cahaya kemuliaan Tuhan. Pelajar dan mahasiswa Meepago sangat turut berduka cita seorang perempuan yang mengerti dalam dunia pendidikan hanya dia yaitu ibu Hagar yang gagah dan hebatm Selamat menghadap kepada Allah Bapa di surga,” ucap ketua RPM SIMAPITOWA pusat Hengki Mote kepada wagadei.com dibalik selularnya.

Mama Hagar Madai memiliki misi yang khusus dan sangat luar biasa. Ia pernah nyanyikan satu buah lagu yang berjudul Dobiyo Yokaa Uwaa Ubaubaa (bahasa Mee) atau Anak Yatim Piatu biasa cari-cari rumah, penciptanya Alm. Auleman Pekei.

“Lagu ini menjadi sebuah motivasi bagi ibu Hagar, akhirnya dia bangun asrama swadaya guna mengumpulkan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah untuk tinggal di asrama itu sesaat menempuh pendidikan kota study Jayapura,” katanya kenang.

Ia pernah menjabat anggota DPR Papua periode 2009-2014, saat iti perempuan Mee asli Mapia ini pahami tentang pendidikan amat berfungsi bahwa masa depan membutuhkan SDM maka dia dirikan Meepago asrama bernama Kasih Hagar Madai.

“Perempuan yang hebat dalam dunia pendidikan, ia lakukan itu dengan tujuan membangun dan mengangkat harga diri Meepago di sub regional,” katanya.

Menurut dia, setelah ia pergi siapakah yang melihat pelajar dan mahasiswa yang ditinggalkan ini? “Provinsi Papua banyak orang hebat dari Meepago tetapi lebih paham dalam kehidupan pelajar dan mahasiswa cuma mama Hagar,” imbuhnya.

“Saya bersedih atas kehilangan perempuan terhebat yang telah dipanggil oleh Allah di sisi kanan bapa di surga,” katanya.

Ia berkisah, ketika pesta Huwo atau Yuwo (pesta babi) Hagar pernah bikany bahwa akan undang semua sarjana yang tamat dari asrama yang di bangun. “Mama akan undang perwakilan pejabat Meepago yang kerja di provinsi Papua, mama akan undang dan hadirkan semua. Pada saat Yuwo mama akan umumkan sarjana yang selesai dari asrama Kasih Hagar, setelah itu baru mama puas,” katanya berkisah.

Ia berkata; “lalu saya perna bertanya apa tujuan dari pada asrama Kasih Hagar, lalu mama cerita adik ketua asrama sesuai dengan mama punya judul lagu Dobiyayoka Owaa Ubaubaa, maknanya dan tujuan di situ”.

Semua mimpi tinggal mimpi, selamat jalan mama pecinta sumberdaya manusia, seniwati dan politikus Papua asal Meepago. [*]

Reporter: Musa Boma
Editor: Uka Daida

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares