Tidak ada keterlibatan rakyat, DOB Mapia Raya tetap ditolak

 

Nabire, [WAGADEI] – Masyarakat Mapia yang mendiami di lima distik yakni Mapia, Mapia Tengah, Mapia Barat, Piyaiye dan Sukikai Selatan Kabupaten Dogiyai nyatakan menolak dengan tegas terkait rencana daerah otonom baru [DOB] dengan nama Kabupaten Mapiha Raya.

Penolakan itu diserakan kepada DPRP Komisi I di Hamewa Simapitowa Jayapura baru-baru ini.

Atas nama rakyat Mapia, ketua pusat Rumpun Pelajar, Mahasiswa asal Siriwo, Mapia, Piyaiye, Topo, dan Wanggar [SIMAPITOWA] Hengky Dobihou Mote kepada jurnalis Wagadei.com mengatakan, DOB yang dilancarkan oleh elit politik yang sedang menperjuangkan tidak terlibat sepenuhnya oleh masyarakat Mapia.

“Oeh sebab itu kami minta elit politik jangan atas namakan rakyat. Masyarakat dari lima distrik telah dengan tegas tolak DOB Mapia Raya yang sedang sibuk oleh elit politik dengan rakyat tolak 100 persen. Tim pemekaran jangan atas namakan kepada rakyat,” ujar Hengky Debihou Mote.

Kepada DPRD kata dia, pihaknya minta jangan terima aspirasi DOB, sebab orang Mapia sementara ini belum siap sumber daya manusia. “Pembangunan sama sekali tidak ada sehingga DOB Mapia kami tolak,” katanya.

“Kami minta Oskar Makai yang sementara ini jabat sebagai wakil Bupati Dogiya kami mau tanya, selama menjadi wakil Bupati Dogiyai berapa orang Mapia yang telah siapkan bagi untuk persiapan pemekaran Mapia. Kalau sama sekali tidak ada, jangan coba-coba buka lapangan bagi orang pendatang,” ungkapnya.

Pihaknya meminta kepada Pemkab Dogiyai agar segera menata fasilitas perkantoran maupun sistem birokrasi. “Tata baik kabupaten Dogiyai dulu,” ucapnya.

Kehadiran DOB, lanjut dia, pihaknya memiliki banyak pengalaman pahit yang lalu di atas tanah Papua bahwa rakyat Papua yang cari nafkah hidup untuk berburu di hutan justru TNI Dan Polri mengatakan itu adalah TPNPB/OPM. “Padahal masyarakat biasa, maka kami tidak mau terjadi di Mapia,” katanya.

“Rakyat Mapia mulai dari akar rumput menolak untuk pemekaran Kabupaten Mapia,” katanya. [*]

Reporter: Musa Boma
Editor: Uka Daida

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares