18 jemaat Gereja Baptis Papua komitmen hidup baru dalam Kristus

 

Jayapura, [WAGADEI] – Ibadah pembaptisan bagi 18 jemaat Gereja Baptis Papua Wahno wilayah kabupaten dan kota Jayapura digelar pada Minggu, [30/8/2020] dipimpin oleh Gembala Mandebet Kogoya yang terambil dari Injil Lukas 6:46-49.

Dalam khotbahnya, Kogoya menyampaikan di dunia yang fana ini ada dua hal penting yang umat manusia sedang ikuti, apakah kita membangun di atas pasir atau di atas tanah. Menurut dia, dimaksud adalah setiap pelaku Firman Tuhan yang selalu disampaikan dalam setiap waktu. Namun, apakah kita sudah benar-benar percaya ataukah belum.

“Kiita intropeksi diri, apakah kita sedang membagun runah di atas pasir atau di atas batu karang,” ujarnya.

Ia mengatakan, umat manusia jangan berseru dan berseru tanpa berbuat sesuatu untuk kemuliaan Tuhan, sebab Tuhan melihat hati dan perbuatan terutama dalam keluarga.

“Bagaimana perilaku dalam keluarga, karena dalam keluarga kamu akan dididik, mendegar orangtua karena hal-hal dasar itu ada di dalam keluarga,” katanya.

Membagun iman lanjut dia, di dalam Yesus benar-benar dilaksanakan sebab hukum tuai akan terjadi ketika bunyi sangkakala Yesus datang kembali. Pekerjaan di gereja hal-hal kecil itu merupakan bagian dari menanam pondasi yang kuat.

“Waktu adalah kesempatan untuk melayani Tuhan dengan segenap hati, kadang anak muda berpikir, nanti tua baru bertobat dan melayani Tuhan tetapi itu sudah terlambat, karena kapan kita akan pergi dan sejauh mana pertumbuhan iman kita kepada Tuhan bukan soal makan, minun tetapi benar- benar keluar dari hati yang murni,” ungkap dia.

Gembala sidang Yutius Wenda menambahkan jemaatnya sedang peningkatan semangat dalam pelayanan, sehingga pihaknya baptiskan 18 orang.

“Ini program pertama Gereja Baptis yang kami lakukan. Ke depan akan ada beberapa program seperti pernikahan,” ucapnya.

Ketua wilayah Kabupaten dan Kota Jayapura Anthon F. Kogoya mengatakan pihaknya mengawal semua jalannya pelayanan di tingkat wilayah secara bersama untuk mewujudkan visi gereja agar bisa memenangkan jiwa.

“Kami di Jayapura adalah barometer pelayanan di wilayah pelayanan Baptis di tanah Papua. Sehingga, semua program pelayanan semua akan berjalan dan jemaat ini melakukan dari program yang ada,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya akan mempersembahkan hasil bumi, seperti ternak, sayur mayur, umbi-umbian dan lainnya sebab tanggal 28 Oktober 2020 merupakan hari bersejarah bagi gereja Baptis.

“Panitia sudah terbentuk, mereka sedang bekerja,” ucapnya.

Andreas Yanengga mantan Presiden Baptis Papua dua periode ini meminta kepada setiap orangtua wajib ajari kepada anak untuk baca Alkitab.

“Jangan biarkan mereka bermain HP setiap siang dan malam. Mereka sedang terpengaruh, sulit untuk mengenal Tuhan Yesus lebih dalam sehingga orangtua harus jaga anak dengan baik,” katanya. [*]

Reporter: Yas A. Wenda
Editor: Aweidabii Bazil

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares