Pemkam Waena selalu terbuka soal ADK

Jayapura, [WAGADEI] – Pemerintah Kampung [Pemkam] Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura kembali menanggapi berita yang dimuat di salah satu media online dalam Minggu ini terkait transparansi penggunaan dana kampung dan informasi publik.

Hal ini ditanggapi langsung oleh Kepala Pemerintah Kampung Waena, Dominggus Modouw kepada wartawan Minggu, 30 Agustus 2020.

“Kalau kami dibilang kurang transparan dalam penggunaan dana kampung, saya merasa kurang tepat karena apa yang pemerintah kampung lakukan terkait pembangunan, pemberdayaan, dan penggunaan-penggunaan dana bantuan dari pusat untuk masyarakat yang terdampak pandemik Covid-19 dalam bentuk sembako dan bantuan langsung tunai (BLT) juga kan sudah jelas, bahkan kami sudah sering memberitakan di berbagai media di Kota Jayapura,” ungkap Dominggus Modouw.

Modouw menjelaskan, terkait penggunaan alokasi dana kampung atau ADK, anggaran dana desa DD tahun anggaran 2020 ini, dan pihaknya mengatakan pemeriksaan dari badan pemeriksa keuangan Provinsi BPKP pada bulan Agustus 2020.

“Untuk pemeriksaan dari BPKP juga sudah pada 6 Agustus 2020, maka masyarakat harus perlu ketahui bahwa perubahan anggaran pendapatan belanja kampung APBKamp dan untuk penyerahan dokumen RKPK dan APBKamp perubahan tahun ini kan baru kita serahkan pada tanggal 04 Agustus ke DPMK dan Inspektorat Kota Jayapura, sehingga ini masih baru kami sedang proses,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat perlu ketahui bersama terkait pelaporan sistem keuangan, karena sistem pelaporan penggunaan keuangan kampung pada tahun-tahun sebelumnya beda dengan sekarang melalui aplikasi yang disebut SISKEUDES.

“Sekarang ini kan menyangkut pelaporan penggunaan dana desa itu melalui aplikasi sistem keuangan desa atau SISKEUDES atau berbasis data base. Jadi saya berharap masyarakat harus perlu simak baik-baik terkait hal ini. Jangan ikut terprovokasi dari orang lain atau media-media yang kurang bertanggung jawab, apa lagi sekarang ini ada banyak modus Hoax yang ujung-ujungnya mengandung informasi yang dapat merugikan banyak orang,” katanya.

Menurut dia untuk menanggapi bunyi pemberitaan dalam Minggu ini di salah satu media di Kota Jayapura, terkait keteransparan penggunaan dana kampung sebagai informasi publik bagi masyarakat kampung, pihaknya berencana cantumkan dalam bentuk baliho agar semuanya jelas.

“Tapi kan sekali lagi ini baru kami laporkan perubahan anggaran tahun ini pada tanggal 04 Agustus kemarin,” katanya.

Ia juga imbau kepada warga jika ada hal-hal yang menyangkut pembangunan kampung atau informasi-informasi penting lainnya tentang kampung, datang ke kantor kampung demi menjaga kecurigaan-kecurigaan lain. [*]

Reporter: Yas Akia Wenda
Editor: Uka Daida

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares