Negara Indonesia setting pemusnahan OAP dengan “Otsus”

  • Bagikan

Oleh: Gamoye Makiimee

SETTINGAN Indonesia dengan memberlakukan Otsus bagi rakyat Papua merupakan pemusnahan OAP dan paling sadis. Otsus adalah penjajahan paling keji atas rakyat Papua. Negara main hakim dan kuasa untuk melegitimasi otsus sebagai jalan terbaik pembangunan Papua, padahal tak berdampak positif bagi rakyat Papua, bahkan otsus hanya mendatangkan: duka, derita, kecemasan, ketakutan karena Otsus adalah sumber utama konflik di Papua, bahkan Otsus sendiri pemusnah OAP secara tersistem, tersembunyi halus dan pasti.

Otsus di Mata Indonesia

Indonesia melihat bahwa Otsus satu-satunya cara untuk meredam Papua merdeka. Karena itu, Indonesia melahirkan aneka istilah, mulai dari UP4B, Otsus Plus hingga Otsus Jilid-jilid. Semua bernada membangun Papua, namun terselubung kejahatan kemanusiaan.

Atas nama pembangunan (Otsus), Papua dikhianati di mata dunia. Otsus membaharui wajah Indonesia di mata dunia, seolah-olah Indonesia negara yang baik, negara yang peduli dan yang sedang membangun Papua. Indonesia merasa sukses dengan berita-berita bohong di kanca dunia. Kesuksesan Indonesia bahwa dunia (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menutup mata karena tertipu. Indonesia secara halus dan licik memainkan percaturan politik tentang status Papua di kanca dunia. Yang paling sadis dan rasa dirugikan untuk OAP adalah masyarakat dunia diam dan tutup mata atas konflik-konflik di Papua di era Otsus.

Otsus di mata Rakyat Papua

Sangat berkebalikan dengan pandangan Otsus di mata Indonesia. Papua kehilangan segalanya, termasuk nyawa atas nama Otsus.

Rakyat Papua melihat Otsus adalah biang kejahatan kemanusiaan Papua. Rakyat Papua “mati banyak” selama Otsus dijalankan. Manusia Papua sepanjang 19 tahun dibunuh dan dibantai, sehingga makan hati atas pemaksaan kehendak merdeka dengan Otsus dari Jakarta. Jakarta merencanakan pemusnahan atas rakyat Papua melalui “uang, perempuan dan jabatan”.

Pembantaian ini terselubung dan tidak langsung, karena itu sebenarnya, mati dengan senjata lebih baik karena dilihat daripada mati karena Otsus karena kebohongan, yakni atas nama pembangunan dan kesejahteraan. Padahal, sejahtera untuk Jakarta, namun duka untuk Papua.

*] Penulis pemerhati Situasi Sosial Politik Papua

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *