Maaf pak Bupati, orang Lanny Jaya punya sumber kehidupan

  • Bagikan

Tiom, [WAGADEI] – Pada perayaan HUT RI ke 75, 17 Agustus 2020, Bupati Kabupaten Lanny Jaya Befa Yigibalom menegaskan bahwa masyarakat Lanny Jaya harus bersyukur kepada Tuhan atas hadirnya NKRI di Lanny Jaya.

Pasalnya menurut dia, semua pembangunan segala aspek bisa berjalan dengan baik. Selain itu Befa juga menyatakan semua masyarakat dan mahasiswa jangan menolak Otsus, karena dana Rp 30 miliar yang diberikan telah dinikmati sebagia warga setempat.

“Otsus itu kita harus bersyukur, bila tidak bersyukur dan menolak, maka hukum karma berlaku itu berbahaya untuk kamu,” ujarnya.

Bahkan akhirnya pernyataan tersebut viral di sosial media [sosmed] hingga mendapatkan tanggapan yang tak sependapat oleh seluruh warga Papua, terutama asli Lanny Jaya.

Tanggapan datang dari seorang Gembala Derius Kogoya menegaskan bahwa orang Lanny Jaya punya sumber kehidupan dari sejak dulu,l bahkan pihaknya hidup rukun dan damai sebelum adanya pemerintah serta tanpa dana Otsus.

Gembala Derius Kogoya, S.Th – wagadei/ist

“Maaf pak Bupati, kami orang Lanny sejak tete nene moyang sudah hidup damai, aman dan memiliki segalanya. Tapi kami dihancurkan oleh hadirnya kabupaten ditambah lagi dengan Otsus,” ujar Derius Kogoya kepada jurnalis wagadei.com melalui pesan elektronik, Selasa, [18/8/2020].

Kogoya bahkan meminta kepada pimpinan daerah sebagai anak asli Lanny agar kembali belajar dengan seksama arti kata Lanny.

“Saya mananggapi pidato bupati Lanny Jaya dalam rangka HUT NKRI tentang Otsus. Kata orang Lani ini perlu belajar dan mengerti baik. Kata Lani adalah merdeka, mandiri, otonom, dan bebas. Masyarakat Lanny Jaya punya tanah, punya hasil bumi, punya hutan, punya air, terus apa yang susah menurut pak Bupati. Orang Lani tanpa Otsus bisa hidup, orang Lani hidup bukan gantung Otsus,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa orang Lani tak dipimpin dan dijaga oleh NKRI, bukan juga oleh garuda, bukan pula Ostus. Orang Papua hidup karena Tuhan dan karena tanah.

“Anda pejabat-pejabat orang asli Papua bicara pantas karena kamu hidup harap sama garuda dan Otsus. Anda berbicara bukan kepentingan dan keselamatan manusia, tetapi berbicara kepentingan dirimu sendiri dan kepentingan uang dan kendudukanya,” katanya tegas.

Hal ini ia mengaku bukan suatu sindiran juga bukan pula teguran, namun dirinya melihat dan mendengar serta merasakan keluhan umat Tuhan di Papua dan lebih khusunya di Lanny Jaya. [*]

Reporter: Yas Wenda
Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

  1. Bapak Bupati harus sadar diri dan anda sebagai Pemimpin itu bicara Netral supaya seluruh Masyarakat yang ada di Beam sampai Kwiyawagi bisah memahami. dan anda bicara kepentingan diri anda utk ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *