Stop! Miras bukan budaya orang Meepago

 

Nabire, [WAGADEI] – Minuman keras [miras] yang dijadikan minuman favorit bagi generasi muda asal Meepago diminta untuk berhenti konsumsi. Pasalnya akan berdampak pada tatanan kehidupan sehari-hari.

Hal yang tak bisa kita pungkiri bersama bahwa setelah pesta miras tentu saja terjadi kekerasan dalam rumah tangga [KDRT], pemalangan jalan, korban nyawa manusia akibat laka lantas atau dipenjara oleh aparat bahkan penembakan secara brutal.

Hal itu disampaikan oleh Melianus Unii kepada wagadei.com agar untuk selamatkan generasi yang masih tersisa supaya Pemkab Nabire diminta tutup gerbang kehancuran ini

“Nabire merupakan pintu utama masuknya segala macam hal baik dan buruk. Sehingga perlu Bupati Nabire punya surat keputusan atau stop pemasukan dan pengedaran tentang miras seluruh wilayah Nabire,” ujar Melianus.

Ia juga meminta pemerintah jangan andalkan pendapatan asli daerah [PAD] tapi merupakan hasil dari penjualan berarti hasil haram. Perlu juga harus ada ketegaran pelarangan menjual dan perlu juga ada ketegasan dan periksaan di pelabuhan laut maupun udara.

“Dan kepada Bupati Nabire Bupati Dogiyai Kepada Bupati Deyai, Bupati Paniai, dan Bupati Intan Jaya bahwa apabila siapapun yang hendak menjual belikan miras harus ditangkap dan masukan dalam penjara seumur. Karena itu bukan bibit membangun melainkan bibit mematikan kita,” katanya.

Ia menerangkan bahwa setiap insan jelih melihat apa yang telah tertulis di botol miras, “khusus untuk Papua”.

“Mari kita lawan miras itu dengan cara tidak minum karenaanak-anak Papua banyak yang mati hanya karena mabuk,” ucapnya.

Ketua Dewan Adat Daerah Tota Mapia Marten Peteneti Iyai menyatakan OAP sedang dijajah, diintimidasi, diolok, dihina bukan hanya dari Jakarta melaika juga dari pejabat setempat di Meepago. Soalnya mereka memiliki kewenangan untuk bisa menutup semua itu namun tak mampu melakukan paling tidak dengan membuat peraturan daerah [perda].

“Saya minta tolong Bupati-bupati Meepago bersatu basmikan miras karena banyak anak-anak meninggal dunia hanya karena Miras. DPRD juga bersatu dari wilayah Meepago,” katanya.

Kalau tidak bersatu ia meyakini banyak anak-anak usia produktif yang akan meningga dunia akibat dari pada miras.

Reporter: Musa Boma

Editor: Aweidabii Bazil

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares