Dogiyai dan Bahagia

 

Oleh: Yulianus Magai

DOGIYAI adalah salah satu kabupaten yang terdapat di Provinsi Papua, di bagian penungangan Papua. Dogiyai pagi berkabut, siang bersinar matahari, dan malam ditemani oleh dingin pengunungan Papua itulah Dogiyai.

Dogiyai terdiri dari beberapa distrik Mapia, Mapia Tengah, Mapia Barat, Piyaiye, Sukikai Selatan, Kamuu, Kamuu Selatan, Kamuu Utara dan lainya, itu juga terdapat tujuh atau delapan kampung perdistriknya.

Sebelum kabupaten lahir tentunya bahagia itu sudah ada, karena mereka berurusan dengan ternak babi dan pekerjaan mereka sebagai tugas dan tanggung jawab mereka.

Mereka jauh dari keramaian kota dan makanan yang di buat dari pabrik hal seperti itu yang bahagia itu ada.
Namun setelah Dogiyai jadi Kabupaten, masyarakat terpengaruh pada keramaian kota dan kebiasaan kota yang ada di Kabupaten seperti togel dan lainnya hal sepeti ini yang bahagia akan hilang karena ketika suaminya terpengaruh dengan keramaian kota anak dan istrinya akan mengalami hal seperti apa tentunnya mereka menderita disitulah bahagia akan hilang sehingga, saya sebagai anak Dogiyai memohon juga kepada Bupati mohon tutup keramain keramaian yang ada di Dogiyai seperti togel, dadu dan keramaian lain kalau memang visi dan misi Bupati Dogiyai Bahagia hendak mau terwujud.

Saya sebagai anak muda Dogiyai berani menamai Dogiyai tidak bahagia lagi, Dogiyai bahagia hanya nama bagi orang asli Papua lebih khususnya Dogiyai karena orang Dogiyai sudah tidak bahagia lagi seperti dulu sebelum kabupaten Dogiyai lahir.

Dogiya dihuni oleh orang kulit hitam dan keriting rambut artinya bahwa orang asli Papua itu dulu sekali sebelum kabupaten Dogiyai lahir, namun setelah Dogiyai menjadi kabupaten, Dogiyai tercampur aduk dengan orang pendatang dari tanah Jawa, Sulawesi, Sumatera, Bali, Maluku dan lainya. Hal seperti ini Dogiyai bahagia itu hilang sendirinya, artinya bahwa membuat hanya yang ada itu namanya bahagia, yang paling parah ketika Dogiyai itu di kuasai oleh orang lain orang pendatang seperti tahun ini orang luar terima sebagai Pegawai Negeri Sipil, (PNS) kerja di kantor sedangkan sarjana asal Dogiyai sementara nanggur di atas tanahnya sendiri.

Mereka sebagai sarjana pekerjaan mereka hanya tukang ojek untuk mendapatkan uang, hal ini tidak di perhatian oleh kepala daerah itu sudah terjadi di Kabupaten.

Bagi penulis, penerimaan PNS itu tindakannya diambil dari kepala daerah seperti kabupaten Paniai. Namun Dogiyai sudah tidak ambil langka itu oleh bupati Dogiyai, saya sebagai anak muda Dogiyai saya menamai Dogiyai bahagia, itu adalah bahagianya dengan orang pendatang tidak dengan orang asli Papua Dogiyai. Karena yang jadi pegawai bahagia itu orang pendatang bukan orang asli Dogiyai, karean benar benar kenyataannya sudah terjadi di Dogiyai, kalau memang Dogiyai visi dan misi bahagia kenapa tidak ambil tindakan sepeti kabupaten panian agar visi misi itu terwujud.

Bagaimana pembangunannya? Bagi saya pembangunannya masih belum di bangun karena benar Dogiyai masih belum menikmati alamnya yang dikelolah oleh PT Dewa di atas tanah Dogiyai Mapia di Bukabado. Mapia ada salah satu perusahaan yang tertua di Dogiyai pada umumnya Mapia. PT Dewa berperan sebagai mengolah dan menikmati alam Dogiyai Mapia olahan dari itu membuat aspal, hasil olahan dari tanah Dogiyai di bawah keluar ke daerah lain seperti Paniai dan Deiyai, Dogiyai pemilik tanah masih belum di aspal dengan baik hal seperti ini pembangunan juga gagal untuk di bangun. PT DEWA sudah ada bahan di kelolah di atas tanah Dogiyai namun karena tidak ada tindakan dari pemimpin daerah maka hasil olahan itu di bawah keluar dari daerah Dogiyai saya sebagai anak mudah Dogiyai saya menamai Dogiyai sudah gagal untuk menikmati alamnya sendiri karean hasil alamnya sudah di bawah keluar dan orang lain yang mmenikmati.

Semoga melalui tulisan itu ada pertimbangan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai yang Visi dan Misi BAHAGIA jangan hanya menjadi sebuah slogan saja.

Apakah ada jalan lain untuk mewujudkan visi dan misi itu? Apakah nanti ada tindakan lain untuk PT DEWA yang sedang mengolah alam
Dogiyai lalu hasil olahan itu dibawa keluar untuk bangun kabupaten lain? Entahlah!

*] Penulis adalah anak muda suku Mee asal Kabupaten Dogiyai

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares