PHP Dev Cloud Hosting

Ketum KNPB Pusat dibebaskan dari Rutan Kelas II Balikpapan

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Rabu, 12 Agustus 2020 pada pukul 8.40 WITA Rutan kelas IIB Balikpapan membebaskan Ketua Umum KNPB Pusat, Agus Kossay setelah menjalani putusan vonis 11 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Balikpapan, mulai terhitung sejak ditangkap sampai hari sampai hari pembebasan.

Ketua umum KNPB Pusat Agus Kossay dijemput oleh tim kuasa hukum, keluarga dan tiga orang eks tahanan politik [Tapol] yang juga merupakan korban rasis Papua yang bebas sebelumnya, di antaranya Hengky Hilapok sebagai mahasiswa USTJ, Buchtar Tabuni selaku ketua I Legiselatif ULMWP dan Steven Itlay Ketua KNPB Wilayah Timika.

Markus Haluk, Direktur Eksekutif ULMWP mengucapkan syukur kepada Allah pemilik kebenaran, dan pemilik segala makhluk yang berdiam di pulau emas Papua.

“Saya mau sampaikan kepada rakyat West Papua bahwa setiap pejuang Papua ditangkap dan dipenjarakan oleh penguasa kolonial Indonesia adalah suatu bentuk pengakuaan terhadap perjuangan bangsa Papua, praktek seperti ini terus terjadi di mana wilayah-wilayah yang sedang mengalami penjajahan oleh kolonial,” ujar Markus Haluk kepada wagadei.com.

Agus Kossay mengucapkan banyak terimakasih kepada keluarga dan organisasi juga kepada semua pihak yang mendukung ketujuh Tapol korban rasis Papua, yang telah menjalani proses hukum di Balikpapan Kalimatan Timur, Indonesia.

“Pertama tim koalisi hukum yang mendampingi kami tujuh Tapol korban rasis Papua sejak penangkapan [kami] sampai saat ini dan selanjutnya,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, kepada para pecandu kemanusiaan, keadilan dan kedamaian yang tergabung dalam solidaritas nasional rakyat Indonesia dan solidaritas Internasional yang memberkuat proses hukum yang didorong oleh Koalisi Hukum tujuh Tapol korban rasis Papua di Balikpapan.

“Saya menyampaikan terimakasih kepada seluru rakyat West Papua yang terus mendukung, kami secara pribadi, keluarga, kelompok, organisasi, dan lembaga-lembaga masyarakat dan pemerintah demi nilai kemanusiaan di Papua,” katanya.

Kossay juga menyampaikan terimakasih kepada semua pejuang West Papua yang tak pernah lelah dan hentinya mengkampanye proses hukum semua tahanan politik korban rasis di Papua. “Terutama kami tujuh orang yang telah menjalani proses hukum di Balikpapan menjadi sorotan semua pihak baik lokal, nasional, dan internasional,” katanya.

“Bebas dari penjara bukan akhir dari perjuangan rakyat West Papua, tetapi selama penguasa kolonial Indonesia masih menjajah, selama itupulah hak penentuan nasib sendiri terus dijuangkan sampai kadilan dan kedamaian itu terwujud di West Papua,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penjara dalam pandangan pejuang dan rakyat West Papua tidak ada yang luar biasa, penjara bagi pejuang bersama rakyat West Papua hotel gratis yang dianggap biasa-basa saja.

Luar biasa bagi pejuang dan rakyat West Papua lanjut dia adalah setelah terwujudnya cita-cita bangsa Papua yaitu merdeka dan berdaulat sendiri di West Papua. “Selama itu belum terwujud saya bersama rakyat West Papua terus menyurakan ketidakadilan kolonial terhadap nilai-nilai kemanusiaan di Papua sampai titik darah penghabisan,” ujar dia.

“Saya juga pesan kepada penguasa kolonial Indonesia segera bebaskan seluruh tahan politik bangsa Papua tanpa syarat di seluruh wilayah Indonesia,” kata dia. [*]

Reporter: Aweidabii Bazil
Editor: Admin

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *