Stop perbudak 12.447 tenaga honorer di lingkup Pemprov Papua

 

Jayapura, [WAGADEI] – Tenaga honorer adalah seseorang yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian atau pejabat lain dalam pemerintahan untuk melaksanakan tugas tertentu pada instansi pemerintah atau yang penghasilannya menjadi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Pasal 1 angka 1, Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 Tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil).

Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten, Kota dan Propinsi Se-Propinsi Papua segera implementasikan surat Gubernur Propinsi Papua Nomor : 800/1672/SET tentang permohonan penangkatan tenaga honorer Pemerintah Propinsi Papua sebagai CPNS Tahun 2020.

LBH Papua Emanuel Gobai, SH, MH selaku kuasa hukum Forum Komunikasi Honorer Propinsi Papua meminta kepada Menteri Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia segera implementasikan Surat Gubernur Propinsi Papua Nomor : 800/1672/SET Tentang Permohonan Penangkatan Tenaga Honorer Pemerintah Propinsi Papua sebagai CPNS Tahun 2020 untuk menghilangkan sistem perbudakan terhadap tenaga honorer dalam tubuh Pemerintah Propinsi Papua.

“Gubernur Propinsi Papua segera memerintahkan kepala Badan Kepegawaian Daerah Propinsi Papua untuk memasukan data 12.447 orang tenaga honorer Se-Propinsi Papua dan bersiap-siap untuk diangkat menjadi CPNS sesuai Surat Gubernur Propinsi Papua Nomor : 800/1672/SET Tentang Permohonan Penangkatan Tenaga Honorer Pemerintah Propinsi Papua sebagai CPNS Tahun 2020,” ujar Gobai kepada wagadei.com melalui keterangan tertulis, Minggu, (9/8/2020).

Semestinya, kata dia, Pemerintah Kabupaten, Kota dan Propinsi Se-Propinsi Papua mengikuti jejak Pemerintah Propinsi Papua Barat yang selama tahun 2013 sampai tahun 2020 telah tiga kali mengangkat tenaga honorer menjadi CPNS.

“Dalam pengangkatan tenaga honorer Propinsi Papua Barat dalam bulan Agustus 2020, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, meminta kepada 1.283 tenaga honorer Pemprov Papua Barat untuk segera lengkapi berkas [pemberkasan], setelah dinyatakan lulus 100 persen sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil pada formasi umum 2018,” katanya.

“Sesuai dengan dasar menimbang huruf a, Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 Tentang Pengangkatan tenaga honorer menjadi calon pegawai negeri sipil disebutkan bahwa tujuan pengangkatan tenaga honorer untuk melancarkan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan,” katanya.

Sesuai dengan tujuan tersebut, jika dilihat dari kinerja 12.447 orang Tenaga Honorer Se-Propinsi Papua telah dijalankan melebih batas maksimal sebab berdasarkan keterangan Tenaga Honorer Propinsi Papua ada diantaranya yang bekerja lebih dari 8 jam kerja tanpa diberikan uang lembur serta dalam setahun ada yang upahnya diberika dua kali dan yang lebih menyakitkan adalah upah diberikan tidak sesuai dengan UMP Propinsi Papua yang dialami sejak awal mereka diberikan SK Penangkatan sebagai Tenaga Honorer.

Menurut dia, sesuai dengan tahun masuk menjadi tenaga honorer berfariasi, ada yang masuk tahun 2000 adapula yang masuk tahun 2005 ada juga yang masuk dari tahun 2010 ada juga yang masuk tahun 2012 dan tahun-tahun selanjutnya sehingga jika disimpulkan maka ada tenaga honorer di propinsi papua yang bekerja sebagai tenaga honorer selama 20 tahun dengan kondisi kerja sebagaimana disebutkan di atas.

“Pada prinsipnya setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja (pasal 28D ayat (2), UUD 1945). Dengan diaturnya hak pekerja dan hak upah dalam UUD 1945 maka selanjutnya menjadi HAM warga Negara yang Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah (pasal 28 ayat (4), UUD 1945),” ungkapnya.

Sekalipun demikian kewajiban konstitusional namun pemerintah tidak mengimpelementasikannya atas tenaga honorer diseluruh Indonesia khususnya 12.447 orang Tenaga Honorer Se-Propinsi Papua. [*]

Reporter: Enaakidabii Carvalho
Editor: Uka Daida

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares