PHP Dev Cloud Hosting

Membangun kota dari kampung

  • Bagikan

 

Oleh: Alfred Victor Bobii

MEMBANGUN kota dari kampung Istilah membangun mengandung banyak unsur, baik itu unsur fisik maupun non fisik,Untuk Melakukan pembangunan secara utuh tidaklah hal yang mudah seperti balikkan telapak tangan yang kita bisa buat dalam sekejab.

Pembangunan yang baik dan sempurna tentu membutuhkan semua unsur yang ada di dalamnya. Hal yang paling utama yang dibutuhkan dalam pembagunan yakni hubungan kerja sama yang baik antara satu dengan yang lain, tanpa ada fikiran dan dugaan negative dalam proses pembangunan.

Dalam konteks membangunan kota dari kampung tentu akar persoalan yang paling besar ada di kampung karena sebutan kota awalnya berasal dari kampung yang sudah di bangun. Untuk membangun suatu kota secara menyeluruh tentu harus diberantas pembangunannya dari semua kampung yang ada di dalamnya, contoh dalam suatu kambupaten yang terdiri dari banyak kampung mau tidak mau sudak tidak suka pemerintah daerah harus mampu membangun dari semua kampung yang ada. Jika pemerintah daerah hanya membangun di kampung yang letaknya ibu kota kabupaten,maka pembangunan yang baik dan sempurna itu hanya dirasakan oleh masyakarat kota saja, sedangkan masyarakat pinggiran hanya menjadi penonton belakah.

Pembagunan yang baik dan sempurna tentu wajib dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat yang ada di suatu wilayah, kota dan kabupaten datang dan hadir di suatu wilayah tentu dengan tujuan baik membangun dari daerah terpencil hingga yang bisa di jangkau. Jika pembagunan hanya dirasakan oleh orang-orang kota tentu bisa dikataklan warga kota ego untuk bisa sentuh pembagunan di kampung, setelah ada hubungan kerja yang banyak dengan warga kampung. Jika kampung tersebut belum bisa di jangkau pemerintah daerah harus proritaskan traspor baik itu lewat darat laut maupun udara, setelahnya lalu memikirkan hal-hal kebutan pokok lainnya dalam kampung-kampung yang ada, jika kampung bisa merasakan kebutuhan pokoknya terpenuhi pasti bisa dikatakan pembagunan di kota berhasil karena warga di kampung sama hidupnya dengan warga yang di kota, tidak ada perbedaan antara kota dan kampung.

Jika kampung-kampung yang warganya susa untuk menerima pembagunan itu harus hadir di kampungnya karena beberapa alasan tertentu. Maka, pemerintah kabupaten harus melakukan pendekatan dengan cara observasi atau turun lapangan langsung lihat keadaan dan kondisi cara hidup di kampung tersebut. Setelah tau cara hidup lanjut melakukan sosialisasi dan memberikan contoh baik kepada masyarakat terkait dampak pembangunan yang ada, yang bisa dirasakan oleh masyarakat setempat.

Dengan melakukan kedua cara di atas saya rasa pembagunan yang namanya di mulai dari kampung akan berhasil dilakukan dalam rentang waktu yang tidak cukup lama, dan yang namanya kemakmuran warga masyarakat akan dirasakan oleh masyakat karena kebutuhan pokok bisa merasakan melalu pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.

Kerja takut akan Tuhan dan memang terus perintah “apa yang menjadi hak kaisar berikan kepada kaisar dan apa yang mejadi hak Tuhan berikan kepada Tuhan“ pasti semua berjalan aman dan lancar. Apa yang menjadi hak masyarakat berikannya kepada masyakat dan apa yang menjadi hak pemerintah berikanlah kepada pemerintah, jangan korupsi, iri hati dan dengki. Mari kita membangung bersama.

*] Penulis adalah salah satu mahasiswa di kota Yogyakarta

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *