Perusahaan masuk hutan ditebang, dua kampung di Bouwobado banjir

Deiyai, [WAGADEI] – Dua kampung di distrik Bouwobado, Kabupaten Deiyai masing-masing Mudetadi dan Kali Putih dilanda bencana alam yakni banjir secara berturut-turut dua pekan terakhir ini.

Naftali Magai, ketua fraksi PKB DPRD Deiyai mengatakan, dirinya telah berada di tempat kejadian sejak awal kejadian, 11 Juli 2020. Ia menjelaskan, sekitar pukul 22.00 WP terjadi hujan lebat sehingga terjadilah musiba kebanjiran di kampung Mudetadi dan kampung Kali Putih distrik Bouwobado kabupaten Deiyai telah hancur lulu dibawa dua kali besar yaitu kali Putih dan kali Kiura.

Menurut dia, rumah-rumah warga, delapan ekor babi, serta ruas jalan trans Mimika – Nabire juga sudah rusak total.

“Setelah saya telusuri, bencana itu akibat kehadiran PT. PAL, perusahaan ini lakukan penebangan hutan secara liar. Kini sekitaran kampung Mudetadi menjadi sasaran banjir salah dari kampung-kampung yang sedang menghadapi banjir. Hasil pertemuan saya dengan pimpinan PT. PAL bahwa sudah dua tahun gagal panen,” ungkap Naftali Magai kepada Jubi dibalik selulernya, Senin, (3/8/2020).

Ia meminta kepada Kementerian PU, DPU Provinsi Papua bahkan PU Deiyai dan PU Mimika serta BPBD Deiyai dan Mimika segera perhatikan dan ditindaklanjuti masyarakat yang sedang sensara.

“Kami harap agar pemerintah terus memberikan perhatian yang serius terutama soal kesehatan dan keselamatan warga di dua kampung ini. Harus membantu dan memperhatikan masyarakat dengan berbagai bantuan termasuk pembangunan rumah layak huni. Bantuan makanana dan minuman terus lakukan, normalisasi kali, pembangunan gereja, sekolah, puskesmas, dan balai kampung, lalu bikim bronjong dan taluk,” ujar Magai.

Atas kejadian ini, ia menyalahkan pihak Bina Marga Provinsi Papua cabang Mimika, PT Panca Duta dan PT. Indo yang menanggani dan rintis jalan trans Mimika-Nabire. Magai berasalan bahwa ketika mulai rintis jalan trans tersebut belum lakukan doa adat. “Kan secara historis, kita orang Papua gunung itu mau melakukan sesuatu harus berdoa dahulu, minta izin dan damai dengan para penunggu tanah,” katanya.

Bupati Deiyai Ateng Edowai yang dikonfirmasi Jubi mengatakan, baru-baru ini dirinya telah melakukan kunjungan ke tempat kejadian sekaligus memberikan bahan makanan.

“Benar ada kejadian banjir di Bouwobado, saya baru kunjungi daerah itu. Jadi, kami pemerintah akan lakukan penanganan dengan penuh dan kontinyu hingga normalisasi kali,” katanya.

Selain itu ia menambahkan pihaknya akan membantu obat-obatan untuk masyarakat di dua kampung dan bangun kembali rumah warg, gereja dan persekolahan yang mengalami kehancuran. [*]

Reporter: Abeth A. You

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares