Bupati Pegubin: Kunci kesuksesan zaman kini ada di tangan diri sendiri

Jayapura, [WAGADEI] – Bupati Pegunungan Bintang [Pegubin], Costan Oktemka menegaskan, jika hendak sukses harus punya kemampuan. Sebab seseorang untuk mendapatkan suatu pekerjaan, tentunya ada di tangan diri sendiri, bukan pada pertolongan orang lain.

Hal itu dikatakan Bupati Costan dengan banyaknya kritikan terkait penerimaan CPNS di Pegubin yang disebutkan bukan keberpihakan dan perlindungan kepada orang asli Papua [OAP].

“Saya mau kasih tahu, sekarang ini banyak perubahan yang signifikan, sangat luar biasa. Zaman ini tidak sama dengan waktu dulu. Sekarang tidak bisa kita saling bantu, apalagi kerjanya pakai sistem. Jadi jangan anggap karena keluarga dekat Bupati atau tim suksesnya Bupati jadi akan lulus CPNS itu sangat tidak bisa. Kami sudah usahakan tapi sistem tolak,” ujar Bupati Costan Oktemka kepada wagadei.com, Minggu, [2/8/2020].

Oleh karenanya, bagi pencari kerja atau pencaker yang kesuksesan tertunda agar jangan berkecil hati. Sebab kata dia, masih ada lagi formasi 2019 yang rencananya akan dibuka Maret 2021 mendatang. Sehingga diminta agar belajar baik dari pengalaman kemarin, supaya bisa mendapatkan hasil yang terbaik.

“Saya sudah perintahkan kepala BKD untuk mendata ulang output perguruan tinggi secepatnya dan ajukan ke Menpan supaya bisa dapat jatah di formasi 2019 yang akan diadakan pada 1 Maret 2021. Itu termasuk juga tingkat SMA dan SMK,” ungkap dia.

Melihat perubahan zaman ini, Oktemka berpesan kepada mahasiswa asli Papua yang sedang mengenyam pendidikan agar bisa belajar semaksimal mungkin, terutama di bidang informasi dan teknologi. Agar kelak selesai studi bisa lamar kerja dan mendapatkan hasil yang terbaik.

“Mahasiswa yang sekarang ini jangan main facebook melulu, belajar program atau aplikasi yang lain juga agar ada pengembangan diri. Saya harap bisa kembangkan kemampuan dan tingkatan keterampilan supaya, kelak tidak boleh salah lagi,” ujarnya.

Ia menegaskan, jika kedepan masih saja menggunakan tes online maka seluruh warga negara Indonesia bisa bekerja di mana saja. “Nah ini yang kita antisipasi bersama. Bahwa kita sendiri yang harus kerja di daerah kita. Maka wajib hukumnya kita asah kemampuan dan keterampilan kita,” katanya.

“Kalau sampai kita tidak belajar, ya orang lain yang kuasai. Jadi formasi kali ini jadi pelajaran kita bersama,” ucapnya. [*]

Reporter: Abeth A. You

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares