Sayang, mahasiswa Deiyai beli bahan bangunan untuk pagari asrama

 

Jayapura, [WAGADEI] – Mahasiswa Deiyai di Jayapura yang berada dalam wadah Forum Komunikasi Mahasiswa-mahasiswi Kabupaten Deiyai [FKM-KD] akhirnya beli alat kerja dan bangunan gunakan uang pribadi demi memgagari gedung asrama yang dibangun Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Deiyai di kota study Jayapura.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, [25/07/2020]. Sejauh ini perhatian khusus untuk asrama tersebut terbukti diabaikan oleh Pemkab Deiyai yang berpisah dengan Kabupaten Paniai pada tahun 2009 ini.

Simon Giyai, salah satu senior Deiyai di Jayapura mengatakan, sejauh ini sentuhan kasih dai Pemkab tak ada, sehingga pihaknya terus bekerjasama dengan mahasiswa untuk selesaikan pemagaran. kesempatan ini kita Bicara tentang asrama Deiyai tanpa bantuan dari pemerintah.

“Mulai hari ini, kita harus berkehendak untuk bangun sampai asrama jadi kita sebagai mewakili dari semua semua mahasiswa-mahasiswi dan senior kami berharap Pemda Deiyai segera selesaikan asrama secepatnya,” katanya kepada wagadei.com.

Pihaknya lakukan itu walaupun belum sepenuhnya asrama yang dibangun selama 11 tahun lebih ini belum rampung sepenuhnya.

“Kami bikin pagar daun sengk dengan hasil usaha dari kami. Kami beli alat-alat kerja dan bangunan gergaji satu buah, kayu balok 5×5 sebanyak balok lima kubik, smen tiga sak, sekop dua buah dan martelu satu buah. Itu harga yang paling mahal yang kami sudah usahakan, semua yang kami usahakan ini bukan bantuan dari pemerintah dan senioritas tapi, kami punya hasil usaha sendiri kami,” katanya.

Ketua FKM-KD se Jayapura, Yance Pakage mengatakan, pihaknya juga lakukan pembersihan halaman asrama maupun dalam ruangan. Karena kebersihan pada asrama itu masuk dalam program kerjanya.

“Sejak bapak Blasius Badii menjabat sebagai Carateker Bupati setelah itu diganti dengan bapak Basilius Pakage, ganti lagi dengan Hengky Kayame, akhirnya pasangan Dance Takimai – Agustinus Pigome jadi bupati definitif, lalu FX Mote kembali jadi penjabat Bupati, dan kini bapak Ateng Edowai – Hengky Pigai belum ada respon sampai saat ini asrama belum selesai,” ungkap Yance Pakage.

Lanjut Yance, selama empat orang jabat carateker bupati dan dua pasangan bupati definitif belum dituntaskan dengan sepenuhnya, namun masuk 30 persen yang harus diselesaikan.

“Jadi asrama ini bisa bilang dibangun cukup lama, ketimbang asrama mahasiswa dari kabupaten lain di Papua. Jadi belum tuntas sampai hari ini, dengan demikian kami melihat dengan kami punya adik-adik
mahasiswa-mahasiswi lama maupun baru yang terlantar, maka kami ambil sikap untuk pagari dengan uang pribadi,” ungkap dia.

Walaupun demikian, pihaknya kesusahan air bersih untuk mandi, makan, dan toliet.

“Setelah pagar ini selesai, kami akan jadikan dua kamar sebagai sekretariat badan pengurus. Ini semua kami lakukan supaya ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Deiyai, mereka harus tahu bahwa banyak mahasiswa yang sementara ini tinggal di asrama Tunas Harapan milik Keuskupan Jayapura,” katanya tegas.

Reporter: Sisko F. Pekei
Editor: Aweidabii Bazil

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares